Advertisement
Advertisement

Ini Penjelasannya Mengapa Mimpi Sulit Diingat ketika Bangun

Annisa Aprilia , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2017 |09:29 WIB
Ini Penjelasannya Mengapa Mimpi Sulit Diingat ketika Bangun
Ilustrasi Tidur (Foto: Dailymail)
A
A
A

Namun, jika demikian, mengapa mimpi bisa hilang dalam ingatan setelah terbangun? Ternyata, hal ini bisa terjadi karena kondisi neurokimia di otak yang terjadi saat tidur. Saat manusia bermimpi ketika tidur, hormone norepinephrine terhenti produksinya.

Padahal, hormone norepinephrine adalah hormone yang terdapat pada korteks cerebral, yang berfungsi mengelola memori, pikiran, bahasa dan kesadaran seseorang. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Ernest Hartmann, seorang professor psikiatris dari Tufts Universuty School of Medicine.

Sementara, jurnal American Journal of Psychiatry yang diterbitkan pada 2002 juga mendukung teori yang menyatakan hormone norepinephrine meningkatkan daya ingat manusia dan kekurangan norepinephrine dapat membuat manusia lupa akan mimpi-mimpinya ketika tidur.

Namun, tidak semua mimpi akan dilupakan. Pasalnya, mimpi-mimpi yang sangat indah atau aneh, akan lebih menarik perhatian dan aktifitas Korteks Prefrontal Dorsolateral, sebuah area otak yang memfasilitasi memori atau ingatan manusia, jadi mimpi akan diingat. Sederhananya, semakin mengesankan mimpi tersebut, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk mengingatnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement