Teringat pesan teman saya agar tak menghiraukan tawaran para scammers di sekitar Sacre Coeur, saya mantap melaju ke bagian depan gereja untuk mengantre. Karena Sacre Coeur termasuk destinasi wisata utama di Paris, sejak pagi area ini telah dikerubungi turis dan juga para penjual cinderamata. Beberapa lelaki Bangladesh menawari saya selfie stick namun saya tolak karena memang tak butuh. Untungnya mereka tak memaksa membeli.
Saat naik ke tanjakan depan pintu gerbang, kembali saya didekati segerombolan lelaki kulit hitam. Mereka membawa cincin sambil memeragakan memasukkan jari ke dalam cincin. Saya mengerti maksudnya. Mereka ingin saya melakukannya.
Untungnya teman Paris saya telah menginfokan hal ini sebelum saya berangkat. Gerombolan lelaki kukit hitam di Sacre Coeur ini scammers. Mereka akan minta setiap turis memasukkan jari ke dalam cincin dan menginfokan hal ini sebagai ritual sebelum masuk ke Sacre Coeur. Tapi setelah itu mereka akan minta bayaran beberapa euro. Berkat info ini saya lolos dari para scammers. Setelah menolak dengan tegas saya masuk ke Sacre Coeur.