Uniknya hanya perempuan saja yang melakukan pekerjaan ini. Dua kali saya ke Sapa, tak pernah melihat laki-laki suku Black Hmong bekerja menawarkan suvenir. Entah apa yang mereka kerjakan. Tapi untuk urusan jual-menjual, tak cuma wanita dewasa Black Hmong yang giat bekerja tapi juga anak-anaknya, bahkan yang balita sekalipun.
Su yang berusia 35 tahun ini bercerita kalau dia memiliki 4 anak yang bersekolah di desa sekitar. Ia lumayan fasih berbahasa Inggris, lebih jago dari orang Vietnam malah. Bahasa Inggrisnya tak beraksen sehingga lebih mudah memahami ucapan Su. Tak cuma bahasa Inggris, ia juga bisa bahasa Vietnam, Italia dan Perancis. Wow keren banget!
Bahasa Vietnam ia pelajari saat bersekolah sedang bahasa lainnya ia pelajari dari turis dan kursus.
Suku Black Hmong merupakan penduduk asli Sapa sejak saat kota pegunungan ini masih bagian dari Tiongkok, lalu dijajah Perancis hingga sekarang menjadi bagian dari Vietnam. Kabarnya mereka bahkan tak merasa bahwa dirinya juga orang Vietnam. Setelah bercakap-cakap sepanjang perjalanan ke kedua desa tersebut, saya akhirnya bepisah dengan Su dan balik arah ke atas bukit lagi.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.