ADA berbagai suku minoritas yang tinggal di kota pegunungan Sapa, Vietnam seperti Black Hmong, Red Hmong, Flower Hmong, Red Zao dan Day. Mengunjungi desa dan berinteraksi dengan mereka menjadi wisata utama di Sapa selain alamnya.
Kali ini saya berkesempatan mengenal suku Black Hmong berkat perjalanan ke desa Lao Chai dan Ta Van.
Ini adalah kunjungan saya yang kedua kalinya ke Sapa. Setelah berkunjung ke desa etnis minoritas Cat Cat, saya memutuskan mengunjungi desa lainnya. Di sepanjang perjalanan melihat desa-desa yang terletak di dasar lembah inilah saya bertemu dengan Su, seorang wanita dari suku minoritas Black Hmong.
BACA JUGA:
Seperti kebanyakan wanita suku Black Hmong yang saya lihat di Sapa, Su juga memakai pakaian adat yang didominasi warna hitam serta sedikit corak warna - warni. Pakaiannya terdiri dari atasan, rok, dan rompi warna hitam. Juga legging hitam. Ada keranjang yang selalu digendongnya kemana-mana, plus tas kain bermotif yang diselempangkan di bahu. Rambut Su digelung dan dijepit di bagian depan. Ia juga memakai anting bundar besar serta gelang - gelang logam.
Dalam hati saya penasaran apakah suku ini selalu memakai pakaian tradisional sehari-hari atau ini hanya bagian dari atraksi atau sajian kepada turis. Tebakan saya benar, Pakaian ini dipakai hanya untuk menarik turis agar mau membeli barang dagangannya. Di kota Sapa maupun di desa-desa tradisional banyak wanita suku Black Hmong mendekati para turis demi menjajakan dagangan seperti tas kain, dompet dan gelang kain.