ALZHEIMER merupakan kondisi di mana seseorang mengalami kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat. Ditambah kemampuan penurunan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.
Dalam bahasa sehari-hari, kondisi seperti di atas sering disebut dengan pikun. Dokter dr. Edduward Riyadi, Spk selaku Kasubit Bidang Kesehatan Jiwa Dewasa dan Lansia Kementerian Kesehatan RI mengatakan sejauh ini Alzheimer belum ada obatnya. Namun pencegahannya bisa dilakukan sejak dini.
"Alzheimer kerap dialami saat usia lanjut, yakni sekitar di atas 60 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan penderita juga datang dari usia 22 tahun. Faktor penyebabnya dari gaya hidup dan ada pula sedikit faktor genetik," kata dokter Edduward saat ditemui Okezone dalam Konferensi Pers Alzheimer Asia Pasifik di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017).
Ia menjelaskan faktor genetik hanya di bawah lima persen. Faktor risiko lainnya bermacam-macam bisa dimodifikasi.
Sementara itu, tanda-tanda menderita Alzheimer awal bisa dilihat dari perilaku sehari-hari. Dokter spesialis Neorologis, dr Yuda Turana Sps., menjelaskan penderita risiko mengalami Alzheimer bisa terbaca ketika seseorang mengalami kelupaan memori baru, bukan memori lama.