MENYIMPAN persediaan makanan merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang. Tujuannya adalah untuk mengefesiensikan waktu, serta menghemat pengeluaran. Cara tersebut memang aman untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan, ada beberapa jenis makanan yang mampu bertahan lama meski telah disimpan hingga bertahun-tahun. Kendati demikian, Anda harus tetap waspada ketika hendak mengonsumsinya. Penasaran? Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Food & Wine, Kamis (28/9/2017).
Kacang
Menurut para ahli, kacang atau selai kacang dapat disimpan hingga dua tahun lamanya. “Hal ini disebabkan karena makanan tersebut diolah dengan campuran gula dan zat aditif yang dapat memperpanjang masa kedaluwarsanya,” kata Claire Shorenstein, seorang ahli gizi.
Ikan kalengan
Ikan kalengan seperti tuna, salmon, dan sarden, ternyata juga bisa bertahan hingga tiga tahun setelah dikemas dengan baik. Apa alasannya? “Makanan kaleng cenderung menghilangkan kandungan udara dari wadahnya, dan harus melalui proses vakum dan pemanasan. Ini akan menghancurkan mikroorganisme dan mencegah bakteri baru yang masuk,” kata Alissa Rumsey, juru bicara Academy of Nutrition and Dietics.
Sayuran kering
Tidak seperti sayuran segar, sayuran kering seperti kacang polong beku dan keripik bayam diklaim bisa bertahan hingga delapan tahun lamanya. “Sayuran beku dan kering tidak mengandung air sehingga mereka memiliki masa simpan yang lebih panjang,” tambah Rumsey.
Beras
Rumsey menjelaskan, beras putih yang disimpan dengan benar, ternyata juga dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama. “Nasi gandum memang memiliki masa simpan yang lebih pendek dibandingkan beras biasa. Hal ini disebabkan karena proses pengolahannya yang sangat sederhana,” tutur Rumsey. Ia menambahkan bahwa Anda hanya diperbolehkan menyimpan beras putih atau beras merah tidak lebih dari 6 bulan.
Madu
Madu memang sudah lama dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang dapat bertahan lama. Madu memiliki pH asam dan tingkat kelembapan yang rendah, sehingga dapat mencegah tumbuhnya bakteri. “Bahan makanan ini dapat dikonsumsi meski telah disimpan beberapa tahun, hanya saja akan mengalami kristalisasi pada teksturnya,” tukas Rumsey.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.