Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UNCOVER INDONESIA: Kangen Suasana Desa Tempo Dulu? Kampung Homestay Borobudur Jawabannya

UNCOVER INDONESIA: Kangen Suasana Desa Tempo Dulu? Kampung Homestay Borobudur Jawabannya
A
A
A

Menurut dia masyarakat di Dusun Ngaran II Desa Borobudur ini sudah melangkah dengan mengembangkan homestay dan digitalisasi dengan peluncuran website www.kampunghomestayborobudur.com. "Hal ini sungguh luar biasa dan kami mengapresiasi inisiasi seluruh masyarakat di lingkungan Borobudur ini," katanya.

Ia mengatakan perkembangan wisatawan mancanegara luar biasa, tidak hanya ingin menonton atau menikmati keindahan alam, tetapi lebih pada edukasi.

"Masyarakat Borobudur yang sudah mulai menggeliat mengembangkan homestay ini merupakan salah satu jawaban dari kebutuhan yang memang ke depan butul-betul diandalkan," katanya.

Ia menuturkan beberapa hotel memang sekarang berkembang, tetapi kalau di daerah wisata perlu hati-hati, karena sekarang wisman sudah bergerak ke arah wisata edukasi.

Menurut dia kalau Semarang yang merupakan daerah industri tidak masalah, tetapi begitu pergerakan itu ada di Yogyakarta dan Solo sebetulnya agak mengkhawatirkan, karena wisman bergeraknya lebih pada sisi edukasinya maka homestay merupakan jawabannya.

(Baca Juga: Nikmati Sensasi Borobudur ala Koper atau Ransel)

Ia menjelaskan homestay itu sebetulnya tinggal bersama dalam satu keluarga, jadi di situ ada pemilik rumahnya. "Saya kira kalau konteks ini terus berjalan tidak sulit bagi kita untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dengan filosofi itu kalau ada usahawan yang berusaha mengembangkan usaha di bidang akomodasi ini dengan konsep di luar itu saya kira perlu dievaluasi lagi," katanya.

Ia menuturkan ada beberapa kabupaten/kota yang berkembang sedikit melenceng, para pengusaha berbodong-bondong membangun sejenis penginapan berupa homestay itu, hal ini harus dicermati karena filosofi homestay itu edukasi, yakni wisatawan tinggal dengan keluarga. "Saya kira hal itu perlu dicermati bersama-sama agar ke depan tidak salah arah dalam rangka pengembangan homestay ini," katanya.

Menurut dia para pengelola homestay perlu memperhatikan standar yang harus diikuti, antara lain pencahayaannya cukup, tersedia air bersih yang bagus, hiegenis, dan tersedia toilet.

"Kami dari pemerintah provinsi tentu akan mencoba mendorong homestay mendapat sertifikasi. Kita kerjakan bersama-sama, kami vasilitasi dengan pemerintah pusat agar menjadi daya saing tambahan bagi homestay yang ada di Jateng dan Borobudur pada khususnya untuk bisa membanggakan diri bahwa sudah sertifikasi dari aspek kesiapan untuk menerima para tamu," katanya.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement