Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UNCOVER INDONESIA: Kangen Suasana Desa Tempo Dulu? Kampung Homestay Borobudur Jawabannya

UNCOVER INDONESIA: Kangen Suasana Desa Tempo Dulu? Kampung Homestay Borobudur Jawabannya
A
A
A

Potensi Kampung Homestay Borobudur yang bersinergi dengan desa wisata di sekitar Candi Borobudur yang memiliki keindahan alam suasana perdesaan yang masih sangat asri dan keramahan penduduk dan tradisi masyarakat serta aktivitas pekerjaan sehari-hari dapat menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama di Borobudur dengan menginap di rumah-rumah warga yang berada dalam naungan Kampung Homestay Borobudur.

Keberadaan Kampung Homestay Borobudur memerlukan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak baik wisatawan, pemerintah, industri pariwisata maupun seluruh stake holder penikmat wisata.

Oleh karena itu kepedulian wisatawan yang berkenan berkunjung dan menginap serta tinggal di Kampung Homestay Borobudur telah ikut andil dalam memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan kemandirian rakyat.

Salah satu pemilik homestay, Muslich mengatakan Kampung Homestay Borobudur merupakan perwujudan "sumbangsih" masyarakat yang bermukim di sekitar Candi Borobudur dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan pengembangan Borobudur sebagai tujuan wisata yang saat ini perkembangannya begitu cepat.

(Baca Juga: Rahasia Keindahan Tersembunyi Sunrise & Sunset di Borobudur)

Mengantisipasi pergeseran minat wisatawan yang lebih menyukai pariwisata berbasis pengembangan dengan mengutamakan interaksi sosial atau berkomunikasi dengan warga, mempelajari nilai-nilai budaya maka sekarang banyak ditemukan wisatawan yang memilih tinggal di rumah penduduk atau homestay.

"Kampung Homestay Borobudur hadir dan menjawab kebutuhan minat wisatawan pada saat ini. Kampung Homestay Borobudur telah bersinergi dengan berbagai komunitas, antara lain mobil VW, sepeda ontel, andong, out bond, rafting yang semua itu untuk menyediakan jasa pelayanan bagi pengunjung grup maupun keluarga," katanya.

Ia menyebutkan harga sewa homestay bervariasi dari Rp75.000 hingga Rp600 ribu per kamar, kalau wisatawan ingin sewa per unit rumah dengan harga Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per rumah.

"Perbedaan harga sewa tergantung dari fasilitas yang tersedia, di homestay kami sudah ada fasilitas AC, air panas untuk harga yang lebih mahal, sedangkan dengan fasilitas fan dan televisi harganya cukup murah sekitar Rp300 ribu sudah mendapatkan dua kamar plus minum teh, kopi dan makanan kecil," katanya.

Tingkat hunian homestay pada saat "low season" sekiar 40 persen, pada "high season" 100 persen terutama pada bulan akhir tahun dan tahun baru, Waisak, Idul Fitri, dan libur sekolah. Wisatawan yang menginap di homestay selama ini 70 persen merupakan wisatawan mancanegara dan 30 persen wisnus.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan Kampung Homestay Borobudur ini merupakan salah satu wujud pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.

Ia menuturkan di tengah kunjungan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu ke Magelang berharap agar Pemkab Magelang terus mendorong pembangunan homestay, karena hal ini merupakan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

"Namun, masyarakat juga harus sadar akan kehadiran para wisatawan asing yang menjadi target juga menjadi bagian akulturasi budaya dunia. Untuk itu kita juga harus bisa memfilter kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan budaya kita," katanya.

Banyaknya turis yang mengenakan pakaian kurang sempurna, maka masyarakat harus bisa memahami bahwa hal itu budaya mereka.

Ia menuturkan perkembangan Borobudur luar biasa dan perlu terus sinergi seluruh pihak. Terima kasih sejumlah BUMN sudah mengalokasikan dana sosial untuk pengembangan balai ekonomi desa (balkondes) yang nantinya akan dimanfaatkan oleh desa.

"Saya berharap desa segera bisa mempersiapkan diri untuk mengelolanya, untuk kepentingan masyarakat. Inilah yang diharapkan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat," katanya.

Ia mengatakan pembangunan homestay ini betul-betul bisa dirasakan masyarakat yang nantinya diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia meminta Kepala Desa Borobudur bisa mengamankan semua potensi yang ada di Desa Borobudur. Lahan harus dipelihara, jangan sampai nanti masyarakat hanya sebagai penonton di kampung sendiri.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng, Urip Sihabudin mengatakan kebijakan Kementerian Pariwisata untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara paling tidak ada tiga prioritas yang harus dikembangkan, yakni homestay, digitalisasi, dan akses penerbangan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement