Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TAHUN BARU ISLAM: Makna Jamasan dan Sesaji Ayam Cemani di Bulan Suro

Bramantyo , Jurnalis-Kamis, 21 September 2017 |20:46 WIB
TAHUN BARU ISLAM: Makna Jamasan dan Sesaji Ayam Cemani di Bulan Suro
Tradisi Jamasan (Foto: Buku Pintar Kab. Wonogiri)
A
A
A

SELAMA ini masyarakat Jawa memiliki ritual untuk memandikan pusaka di bulan Sura. Banyak yang tidak memahami kenapa memandikan pusaka harus dilakukan di bulan Suro dan tidak di bulan lainnnya. Selain itu banyak makna yang bisa dijadikan pembelajaran bagi kita semua di balik bulan Suro.

Menurut Budayawan Jawa memandikan pusaka atau sebagian masyarakat menyebut jamasan pusaka adalah suatu cara untuk merawat benda pusaka, benda bersejarah, atau benda kuno. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun dan harus dilakukan di bulan Sura.

 BACA JUGA:

Pusaka seperti tombak, keris, menurut kepercayaan bagi orang Jawa bukanlah pusaka biasa karena tidak dibuat sekadarnya, melainkan dengan laku yang berbagai macam.

Joko sampaikan ada filosofi sendiri terkait tradisi jamasan ini. Bagi orang Jawa, bulan Sura merupakan tahun baru Jawa yang menjadi bulan sakral dan penuh rahmat. Ini juga merupakan salah satu upaya manusia untuk melakukan instrospeksi terhadap diri pribadi.

"Karena itu masyarakat Jawa diharapkan melakukan introspeksi diri atas perbuatan yang telah dilakukan. Jamasan pusaka menjadi salah satu contohnya," tutur Joko saat di temui di kediamannya di kawasan Baluwarti Solo, Kamis (21/9/2017).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement