ANAK adalah anugerah terindah yang diberikan Allah SWT yang ternilai harganya. Dari hari pertama mengetahui ada janin tumbuh di rahim, saat itulah orangtua langsung jatuh cinta. Selama 9 bulan bulan calon ibu menjaga kandungan dan ayah siaga menemani ibu serta si jabang bayi.
Ketika anak lahir, orangtua memelihara dan merawat sembari berharap kelak anak menjadi pribadi yang baik saat dewasa. Namun, siapa yang tahu usia seseorang? “Kun faya kun”, bila Allah SWT sudah berkehendak maka terjadilah. Kematian adalah takdir yang tak dapat dicegah. Allah SWT sudah menakdirkan usia seseorang, maka tak menutup kemungkinan anak-anak meninggal dunia.
Baca Juga: Hati Bergetar Mendengar Adzan setelah 500 Tahun Tak Berkumandang di Istana Alhambra
Baca Juga: Mengungkap Kaidah Pengajian Empat Bulan bagi Ibu Hamil
Baru-baru ini muncul kasus meninggalnya bayi empat bulan yang bernama Tiara Debora di Kalideres, Jakarta Barat. Kasus bayi Debora cukup menghebohkan karena menyangkut tuduhan terhdap pihak rumah sakit yang lalai menyelamatkan nyawa sang bayi.
Kepergian bayi Debora untuk selama-lamanya tentu menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga. Anak yang telah dilahirkan dan dirawat pergi begitu cepat.
Nah, bicara soal anak yang meninggal dunia, maka munculah pertanyaan di mana tempat sang anak di akhirat kelak? Apakah anak akan menjadi penghuni surga atau neraka?