Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Bukti Cinta Kolektor Kain Nusantara, Bukan Hanya Beli!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 09 September 2017 |13:00 WIB
OKEZONE WEEK-END: Bukti Cinta Kolektor Kain Nusantara, Bukan Hanya Beli!
Seniman Sjamsidar Isa (Foto: Istimewa)
A
A
A

Sejalan dengan Joanna, Tjammy pun begitu. Dirinya tidak sekadar mengumpulkan kain. Dirinya pun ikut tergabung dalam Cita Tenun Indonesia (CTI). Tujuannya jelas yaitu agar kain nusantara tetap lestari dan terjaga dengan baik aset bangsa tersebut.

’’Kami aktif dalam memberikan pemahaman lebih mengenai bisnis kain nusantara ini ke pengrajin. Mereka disadarkan untuk mengetahui dunia dan bagaimana bisa terlibat di dalamnya,’’ terangnya. Salah satu bentuk nyata, diceritakan Tjammy, adalah saat timnya pergi ke Sambas, Kalimantan Barat.

Batik Indonesia motif Terang Bulan Sawat Karya Bintang Soedibjo (Foto: Istimewa)

Di sana, ternyata banyak penenun yang dibajak negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darusalam. ’’Kondisi tersebut membuat kita miris. Tapi, kita juga nggak bisa berbuat apa-apa. Faktanya memang begitu, mereka jauh dari tangan Indonesia, dan dijemput tangan asing,’’ paparnya.

BACA JUGA:

Jadi, banyak dari penenun Sambas yang akhirnya bekerja di Serawak, Malaysia, atau di Brunei. Mereka memilih itu karena tuntutan ekonomi. Mengandalkan penjualan kain sangat tidak mungkin. Nah, oknum Malaysia dan Brunei ini datang dengan tawaran menjanjikan. Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta perbulan mereka dapatkan dari hasil menenun. Berapa pun jumlah kain yang dibikin, ya, gajinya segitu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement