Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Memperkenalkan Keindahan Songket Motif Candi Muara Takus

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Minggu, 10 September 2017 |18:15 WIB
OKEZONE WEEK-END: Memperkenalkan Keindahan Songket Motif Candi Muara Takus
Foto: Ilustrasi
A
A
A

Eva melanjutkan, kain songket perlu dipakai oleh kalangan yang lebih luas agar tetap lestari. Tidak hanya itu, dipakainya motif tersebut sebagai apresiasi atas keindahan coraknya.

"Dan juga dengan pemahaman tata nilai tradisi serta penghargaan terhadap keahlian perajinnya. Karena untuk memproduksi songket motif Candi Muara Takus tersebut dibutuhkan waktu dua minggu untuk satu line," sambungnya.

Para perajin songket di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, mengembangkan kreasi songket dan meningkatkan produksi mereka hingga menjadikan daerah itu sebagai pusat songket di Kampar. Di Desa Pagaruyung terdapat beberapa perajin yang kesemuanya telah memiliki ATBM. Saat ini para penenun membuka sendiri usaha tenun songket.

“Kami, pemerintah Kampar, membantu pemasaran kain songket tersebut dengan langsung membeli ke para perajin. Biasanya, ada beberapa kualitas, misalnya ada yang satu kain seharga Rp5 juta namun menggunakan benang emas, dan ada pula yang satu songket untuk satu baju dengan harga Rp300.000 hingga Rp500.000,"pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement