TENUN songket sering disebut representasi kemegahan masa lalu dan tetap bisa populer untuk menjadi tren di industri mode. Hingga saat ini, sejumlah daerah di Indonesia masih menjaga tradisi menenun songket ciri khasnya masing-masing.
(Baca juga: Selain Batik, Betawi Kini Miliki Tenun dan Songket).
Salah satu yang melestarikan tenun songket adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar Eva Yuliana, yang memperkenalkan dan memopulerkan motif Candi Muara Takus.
Alasan dia memilih motif Candi Muara Takus karena bangunan candi tersebut merupakan objek wisata yang terkenal hingga seluruh dunia di Kabupaten Kampar, Riau.
(Baca juga: Ketahui Lebih dalam Motif Khas Songket Palembang)
“Songket dan batik Kampar merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kampar. Dengan kualitas yang bagus, maka pemasarannya pun hingga luar negeri,” katanya seperti dilansir Sindonews.
Dia menjelaskan, saat ini pegawai pemerintah Kabupaten Kampar memakai seragam batik Kampar setiap Rabu. “Kami sebagai masyarakat Kampar harus menghargai hasil batik tradisional dengan melestarikannya,” sebutnya.