"Perlu dikhawatirkan, kalau ada seseorang tiba-tiba jatuh saat beraktivitas atau meninggal dunia setelah olahraga, biasanya itu pasien gangguan irama jantung," ungkap dr Reynold saat ditemui di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta Barat, baru-baru ini.
Penderita gangguan irama jantung tidak hanya terjadi di kalangan lansia. Bila seseorang telah memiliki genetik dari penyakit ini, sejak lahir bayi bisa mengidap penyakit ini.
Adapun faktor risikonya yaitu ada efek samping serangan jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, efek samping tiroid, keracunan obat dan keracunan elektrolit. Tapi tidak semua orang paham dengan masalah gangguan irama jantung.
BACA JUGA: