Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AWAS! Olahraga Yoga Gunakan Matras, Tingkat Keberhasilan Program Hamil Menurun

Tiara Putri , Jurnalis-Selasa, 29 Agustus 2017 |05:00 WIB
AWAS! Olahraga Yoga Gunakan Matras, Tingkat Keberhasilan Program Hamil Menurun
Ilustrasi (Foto: Metro)
A
A
A

OLAHRAGA yoga membawa banyak manfaat antara lain menjaga kebugaran tubuh, melatih sistem pernapasan, dan menenangkan pikiran. Untuk melakukan gerakan yoga, seseorang membutuhkan matras sebagai alas. Tapi siapa sangka, ternyata matras yoga bisa memengaruhi kesuburan pada wanita.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan adanya hubungan antara bahan kimia yang digunakan pada matras yoga dengan tingkat keberhasilan kehamilan yang lebih rendah. Hal ini terjadi pada wanita yang sedang mengikuti program bayi tabung.

(Baca Juga: Waspada! Ini Tanda-Tanda Kanker yang Jarang Diketahui)

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard TH Chan School of Public Health menemukan bahan kimia tahan api yang banyak ditemukan pada matras yoga, peralatan rumah tangga, dan produk bayi ada kaitannya dengan infertilitas.

(Baca Juga: Mengerikan! Menderita Dermatillomania, Perempuan Ini Doyan Mengelupasi Kulitnya Sendiri)

Hasil didapatkan setelah peneliti menganalisis sampel urin dari 211 wanita yang menjalani program bayi tabung antara tahun 2005 sampai 2015. Para wanita itu memang sudah mendaftar untuk ikut serta dalam penelitian yang melihat pengaruh bahan kimia dan pilihan gaya hidup terhadap kesehatan reproduksi. Setelah dianalisis, 80% wanita memiliki bahan kimia di dalam urin yang memengaruhi kesuburan. Bahan kimia itu bisa mudah berpindah ke dalam tubuh melalui debu.

(Baca Juga: Usia Semakin Tua, Jangan Sering-Sering Begadang, Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Demensia)

Wanita yang memiliki konsentrasi bahan kimia lebih tinggi di dalam urinnya hanya memiliki peluang 10% untuk berhasil hamil dan kemungkinan implantasi embrionya berkurang hingga 31%. Selain itu, kesempatan kehamilan klinis juga berkurang hingga 41% dan kemungkinan bayi meninggal karena kehamilan hidup mencapai 41%.

“Temuan ini menunjukkan bahwa paparan bahan kimia tahan api bisa menjadi salah satu faktor risiko yang menyebabkan keberhasilan produksi menjadi lebih rendah. Melalui bukti ini, wanita yang sedang menjalani program kehamilan diharapkan mengurangi penggunaan alat-alat yang mengandung bahan kimia tahan api dan mencari alternatif alat yang lebih aman,” tutur penulis studi, Courtney Carignan seperti yang dikutip dari Metro, Selasa (29/8/2017).

(Baca Juga: Mengerikan! Main Handphone Sembari BAB Berbahaya, Bisa Tularkan Penyakit Infeksi)

Akan tetapi, para peneliti menyarankan agar pasangan tidak terlalu panik. Sebab, ini adalah penelitian pertama yang melihat hubungan antara penggunaan bahan kimia tahan api dengan tingkat keberhasilan program hamil.

Peneliti masih ingin melihat sejauh mana bahan kimia memengaruhi kesuburan pada pria. Pasangan yang sedang menjalani program hamil tetap disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk menentukan tindakan terbaik yang bisa dilakukan.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement