Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Isyarat Terlarang Sampai Ketidakberadaban, Makna Tersembunyi Tato Jepang

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Selasa, 29 Agustus 2017 |09:11 WIB
Isyarat Terlarang Sampai Ketidakberadaban, Makna Tersembunyi Tato Jepang
Ilustrasi tato di Jepang (Foto: Tattooinjapan)
A
A
A

Hati-Hati! Penggunaan Tato Mainan pada Anak Picu Ruam

Menurut publikasi berjudul ‘Tattoos in Japanese Prints’, yang berasal dari Museum of Fine Arts, Boston, perkembangan tato menjadi sebuah nilai seni muncul pada abad ke-19. Seorang penulis bernama Sarah E. Thompson, curator kesenian Jepang di Museum Fine Arts, Boston, sempat menelusuri sejarah tersebut melalui publikasi berjudul ‘One Hundred and Eight Heroes of the Popular Water Margin’, yang merupakan karya seniman bernama Utagawa Kuniyoshi pada 1827-1830.

Dalam karya tersebut, diceritakan bahwa ada beberapa orang yang tubuhnya ditutupi dengan tato tubuh. Beberapa motif lazim yang dikenakan di antaranya adalah naga, iblis, predator yang menakutkan, ikan koi, bunga sakura, hingga ragam motif yang penuh makna.

“Menekankan pada tato yang dipakai oleh beberapa orang tersebut, Kuniyoshi tak hanya mengeksploitasi daya tarik yang eksotis tapi juga memberi isyarat mana yang terlarang, terutama bila tato di Jepang telah dilarang dan berkembang menjadi sesuatu yang dikenal dengan mode,” kata Thompson, seperti yang dikutip CNN, Selasa (29/8/2017).

Dampak dari publikasi ‘Water Margin’ dan karya serupa dari Kuniyoshi langsung berkembang sangat cepat di zaman tersebut. Seiring bertambahnya tahun, para seniman tekstil mengecat motif menyerupai tato pada desainnya. Begitu pula beberapa bintang pertunjukan yang menggunakan tato pada kulitnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement