Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE WEEK-END: Kopi Flores Bajawa, Kopi Simbol Perdamaian Pemersatu Masyarakat NTT

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 27 Agustus 2017 |06:20 WIB
OKEZONE WEEK-END: Kopi Flores Bajawa, Kopi Simbol Perdamaian Pemersatu Masyarakat NTT
Kopi flores bajawa (Foto:Ilustrasi/Ist)
A
A
A

OKEZONE WEEK-END: Komunitas KOPI KOE, Wadah Berbagi Ilmu Seputar Kopi Nusantara

OKEZONE WEEK-END: Seduh Kopi Tubruk Nikmat Itu Pakai Air Panas 90 Derajat Celcius dan Enggak Usah Diaduk

Pada masa pemerintahan Bupati Matheus John Bey (1978-1988), kopi arabika juga dikembangkan di Kecamatan Golewa dan Bajawa. Di kedua tempat inilah Kopi Bajawa dapat dibudidayakan secara maksimal karena lahan perkebunan kopi terletak di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Menurut beberapa ahli, semakin tinggi daerah perkebunannya, semakin baik pula kualitas kopi yang dihasilkan.

Pada musim panen, kopi dipetik secara selektif dan hanya kopi yang sudah matang atau sudah berwarna merah saja yang dipanen. Jadi jangan heran jika kualitas kopi bajawa memiliki mutu tinggi dan masuk dalam kategori specialty coffee.

Hingga saat ini, dataran tinggi Ngada menjadi penghasil utama kopi di NTT dengan luas lahan sekitar 6.147 hektar yang terbagi menjadi 5.351 hektar jenis arabika dan 796 hektar jenis robusta. Demikian dilansir Okezone dari berbagai sumber.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement