OKEZONE WEEK-END: Komunitas KOPI KOE, Wadah Berbagi Ilmu Seputar Kopi Nusantara
Pada masa pemerintahan Bupati Matheus John Bey (1978-1988), kopi arabika juga dikembangkan di Kecamatan Golewa dan Bajawa. Di kedua tempat inilah Kopi Bajawa dapat dibudidayakan secara maksimal karena lahan perkebunan kopi terletak di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Menurut beberapa ahli, semakin tinggi daerah perkebunannya, semakin baik pula kualitas kopi yang dihasilkan.
Pada musim panen, kopi dipetik secara selektif dan hanya kopi yang sudah matang atau sudah berwarna merah saja yang dipanen. Jadi jangan heran jika kualitas kopi bajawa memiliki mutu tinggi dan masuk dalam kategori specialty coffee.
Hingga saat ini, dataran tinggi Ngada menjadi penghasil utama kopi di NTT dengan luas lahan sekitar 6.147 hektar yang terbagi menjadi 5.351 hektar jenis arabika dan 796 hektar jenis robusta. Demikian dilansir Okezone dari berbagai sumber.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.