Masyarakat Ngada mulai membudidayakan kopi arabika sejak 1977. Pada saat itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membeli 4 kg bibit kopi propelegitim dan 4 kg bibit kopi arabika dari Jember.
Untuk bibit propelegitim ditanam persis di halaman kantor Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Ngada. Sementara bibit kopi arabika dikembangkan di perkebunan misi Katolik Malanuza, Boawae, sekitar 30 km arah timur Ngada.
BACA JUGA: