BANYAK hal menarik yang dilakukan masyarakat pada saat memasuki bulan kemenangan Republik Indonesia (RI) yakni bulan Agustus. Di bulan ini masyarakat berduyun-duyun memperingati hari ulang tahun RI dengan mengadakan perlombaan atau melakukan hal menarik untuk Indonesia.
Di Palembang, bukan hanya perlombaan atau kegiatan saja yang dilakukan masyarakatnya. Di kota ini bahkan ada juga makanan khas yang hanya ada di bulan Agustus. Makanan tersebut yakni Telok Ukan dan Telok Pindang. Cara penjualan telok ukan dan pindang ini dijajakan dengan cara kaki lima. Pedagang akan berjejer dipinggiran trotoar jalan untuk menarik minat pembeli.
BACA JUGA:
FOOD STORY: Sayur Asem Betawi, Lahir Sejak Zaman Penjajahan Belanda di Batavia
FOOD PARTY: Beda Daerah Beda Juga Sajian Sayur Asemnya, Mulai dari Sunda hingga Aceh Kenali Ragamnya
Seperti yang terjadi di depan Kantor Walikota Palembang, puluhan pedagang telur ukan dan telur pindang dari pagi hingga sore hari menjajakan dagangan mereka. Cukup dengan uang Rp5.000 Anda sudah bisa menikmati satu butir telok ukan maupun telok pindang.
Telok ukan merupakan telur yang dimasak dengan cara mengeluarkan isi telur dari cangkangnya terlebih dahulu, lalu isi telur kocok dengan beberapa bumbu seperti pandan dan sedikit kapur sirih. Telur yang telah dibumbui tersebut dimasukan kembali kedalam cangkang telur dan ditutup dengan tutup yang terbuat dari kayu gabus.
Telok pindang sendiri yakni telur rebus yang direbus dengan cara dipindang. Pindang merupakan makanan khas daerah Sumatera Selatan, dan mempunyai berbagai varian. Bumbu bumbu telok pindang adalah daun jambu biji, daun salam, kulit bawang dan garam. Ada teknik khusus agar bumbu meresap didalam telur,yaitu jika telur sudah sekitar 75 persen matang. Telur akan sedikit ditekan tekan hingga cangkang telur retak retak. Aroma dan rasa dari telur pindang inipun khas.
BACA JUGA:
Dari Rasa Gandum hingga Kulit Kayu, 7 Minuman Soda yang Punya Rasa Paling Aneh di Dunia
Feni (28) salah satu pedagang di depan Kantor Walikota Palembang ini mengatakan, dirinya berdagang Telok Ukan dan telok pindang sudah cukup lama. Makanan ini hanya ada di Bulan Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.
"Jualan Telok Ukan dan telok pindang ini sudah dilakukan secara turun-temurun dari keluarga saya bahkan dari saya remaja saya sudah berjualan ini. Ukan dan telok pindang hanya dijual pada bulan Agustus di hari-hari biasa tidak ada ," tutur Feny kepada Okezone.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.