SALAH satu daya tarik para wisatawan mancanegara atau asing yang bertandang ke Indonesia ialah warisan masa lalu. Indonesia memiliki banyak benda-benda peninggalan dari orang-orang terdahulu dan masih sangat dipelihara dengan baik.
Benda-benda bersejarah tersebut berupa prasasti, alat-alat keseharian, senjata tradisional dan purba hingga bangunan yang terbuat dari batu, yaitu candi. Warisan yang menjadi bagian dari masa sejarah dan prasejarah itu menjadi sangat eksotis serta menimbulkan kesan tersendiri bagi turis-turis lokal maupun mancanegara.
Baca Juga: 5 Destinasi Terindah bak Negeri Dongeng di Dunia Nyata
Candi Sukuh menjadi satu dari sekian banyak candi yang merupakan peninggalan masa lalu. Berada di lereng barat Gunung Lawu, Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, kepopuleran Candi Sukuh memang sedikit dibandingkan dengan Candi Borobudur atau Candi Prambanan yang selalu ramai dipadati wisatawan domestik atau asing.
Namun, biar seperti itu, Candi Sukuh tetap menarik wisatawan yang penasaran dengan caranya. Berdiri di atas ketinggian sekira 910 meter di atas permukaan laut, Candi Sukuh dibangun saat memudarnya pengaruh Hinduisme di Tanah Jawa, dikutip dari laman resmi Perpustakaan Nasional, Senin (21/8/2017).
(Baca Juga: Ayo Cepat ke Inggris, Bisa Lihat Dinosaurus hingga Main di Kampung Alice!)
Dibangun pada abad ke 15, Candi Sukuh memiliki arsitektur yang menyimpang dari ketentuan dalam kitab pedoman pembuatan bangunan suci Hindu. Pasalnya, menurut kitab, sebuah bangunan candi harus berdenah bujur sangkar dan bagian yang paling dianggap suci ada di tengah.
Pada candi yang sepintas terlihat seperti bangunan pemujaan Suku maya tersebut, tidak seperti itu. Bangunan bersejarah tersebut justru berbentuk punden berundak yang jadi khasnya bangunan pada masa sebelum Hindu atau pra-Hindu. Bagian yang dianggap suci berada di paling atas dan paling belakang.
(Baca Juga: Hore! Museum Antariksa Akan Ajak Pengunjung Saksikan Gerhana Matahari)
Melansir dari laman resmi Perpustakaan Nasional, Sabtu (19/8/2017), tujuan dibangunnya Candi Sukuh ini ialah untuk pengruwatan pada masanya. Pengruwatan merupakan prosesi ritual untuk menangkal atau melepaskan kekuatan buruk yang mempengaruhi kehidupan seseorang akibat ciri-ciri tertentu yang dimilikinya.
Tujuan tersebut dapat terlihat dari relief-relief yang teridentifikasi menceritakan pengruwatan seperti Sudamala dan Garudheya, terdapat pula arca kura-kura dan garuda. Candi yang berdiri di lahan seluas sekira 5500 meter tersebut pernah beberapa kali diteliti oleh peneliti luas negeri seperti Van der Vlis, Hoepermans, Verbeek, kemudian Knebel dan WF, lalu Stutterheim pada 1910.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.