Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Moms Harus Paham Ini! Sering Dipukul, Emosional dan Kognitif Anak Bisa Rusak!

Vessy Frizona , Jurnalis-Senin, 21 Agustus 2017 |15:20 WIB
Moms Harus Paham Ini! Sering Dipukul, Emosional dan Kognitif Anak Bisa Rusak!
Ilustrasi (Foto: Yourtango)
A
A
A

TAK ada seorang pakar pemerhati anak yang mengatakan boleh memukul anak untuk memberi efek jera. Sebaliknya, banyak saran kepada orangtua untuk tidak memukul anak sesalah apa pun perbuatan mereka.

Begitu banyak dampak yang terjadi bila orangtua memberi hukuman fisik kepada anak. Mengejutkannya, dampak tersebut semuanya buruk. Banyak masalah yang timbul setelah orangtua memukul anak, terutama dampak jangka panjang. Lantas, apa saja dampak buruk yang terjadi bila orangtua menerapkan hukuman pukulan kepada anak?

Merusaknya emosional dan kognitif anak

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Anak Ontario Timur di Ottawa, mereka menemukan bahwa hukuman fisik menyebabkan gangguan kognitif dan kesulitan perkembangan jangka panjang. Saat memukul pantat anak, niat orangtua adalah menciptakan masalah perkembangan jangka panjang.

Anak tidak bisa memercayai orangtua

Apakah Anda masih ingat dipukul saat kecil? Apakah Anda pernah ingat dan berpikir sesudahnya? Pukulan orangtua dapat membuat anak membenci yang memukulnya. Pukulan bisa mengguncang kepercayaan antara orangtua dan anak. Karya Dr. Bruce Lipton menunjukkan kepada kita bahwa secara biologis tidak mungkin anak bisa belajar dengan tenang karena mereka dilanda rasa takut. Memukul pantat sebenarnya membuat anak-anak tampil lebih buruk di sekolah.

Hilangnya rasa hormat kepada orangtua

Hubungan adalah akar dari semua pengaruh. Apakah mungkin anak dapat menghormati orang yang telah menyakitinya? Orang dewasa saja tak mungkin mau menghormati orang telah berlaku kasar kepadanya. Maka itu pula yang terjadi dengan anak-anak.

Lebih baik berbohong dan memanipulasi agar tidak dipukul

Jika anak tahu bila berkata jujur karena berbuat salah akan menyebabkan mereka dipukul, maka anak akan mencari alasan dan mengarang cerita bohong agar selamat dari pukulan orangtua.

Akar disiplin dari bahasa Latin berarti "mengajar," sedangkan akar bahasa Latin dari hukuman berarti "menimbulkan rasa sakit." Mari praktikkan cara yang lebih manusiawi dalam mengajarkan anak-anak tentang hal "benar" dan "salah" alih-alih mencoba "menimbulkan rasa sakit." Mereka akan berterima kasih. Anak-anak mereka akan berterima kasih. Dan anak-anak mereka akan berterima kasih. Demikian dilansir Yourtango, Senin (21/7/2017).

(Vien Dimyati)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement