Bicara mengenai kesehatan anak, kasus TBC di Indonesia saja menempati peringkat dua dunia. Ranking tersebut tentunya menjadi cambuk tersendiri. Kesadaran kesehatan yang kurang, informasi kesehatan yang minim, pun juga fasilitas kesehatan yang mungkin masih belum cukup terjangkau menjadi beberapa faktor pembentuknya.
(Baca Juga: HARI MERDEKA: Mau Ikut Lomba Tarik Tambang? Perhatikan Risiko Kesehatan Ini Dahulu Ya!)
Selain itu, kasus merokok pada anak juga masih sangat tinggi. Tak terkecuali kasus obesitas dan gizi buruk. ’’Kasus penyakit tidak menular pada anak dan remaja masih mendapat perhatian yang kurang. Makanya, diharapkan ke depannya semua pihak bisa saling bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini. Harapan akan bangsa yang sehat tu masih ada,’’ tambahnya.
Sementara itu, bicara pemerataan kesehatan, dijelaskan Dr. Aman, melalui pemberian vaksin MR yang sedang digalakan ini, itu merupakan langkah yang tepat. Pada 2018 mendatang, diharapkan vaksin bisa menjangkau wilayah di luar pulau Jawa. Itu merupakan kabar baik bagi Negara ini. Menciptakan anak yang sehat adalah hak dari setiap anak.
Kemudian, sebetulnya kementerian kesehatan sudah memiliki peraturan mengenai skrining pada anak yang baru lahir. Peraturan etrsebut tentunya berlaku untuk semua anak di Indonesia. Namun, praktiknya masih sangat minim dilakukan.
’’Skrining pada anak baru lahir tidak lebih dari 2 persen. Kan bukan sesuatu yang baik. Padahal, upaya tersebut dilakukan untuk membuat tunas bangsa menjadi lebih baik lagi,’’ ujar Dr Aman.