Selain masalah stunting, masih ada banyak kasus kesehatan anak yang masih banyak terjadi di Indonesia. Sebut saja masalah TBC, malaria, obesitas, atau pun HIV pada remaja. Tidak bisa sekadar pihak kesehatan saja yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan semua masalah tersebut.
Dijelaskan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA, pekerjaan rumah yang besar itu tidak bisa ditangguhkan seluruhnya pada kementerian kesehatan dan pihak yang terlibat dalam masalah kesehatan bangsa Indonesia. Tetapi, kementerian keuangan, pemerintah daerah setempat, maupun setiap individunya sendiri yang harus bersama-sama mengentaskan masalah tersebut.
’’Kesehatan anak Indonesia menjadi tanggung jawab semua pihak. Generasi muda yang sehat mencerminkan bangsa yang baik. Anak-anak Indonesia tidak bisa dipungkiri masih banyak yang belum mendapatkan kelayakan kesehatan secara penuh,’’ terangnya pada Okezone saat telewicara, Rabu 16 Agustus 2017.
(Baca Juga: HARI MERDEKA: Kapal Telok Abang, Mainan Khas Palembang yang Ada Hanya saat HUT RI)
Dr. Aman melanjutkan, jika bicara mengenai kesehatan anak Indonesia, maka harus mengacu pada SDG yang ada. Indonesia masih mengejar goals tersebut. bukan perkara mudah memang memperbaiki kesehatan anak Indonesia.
Tapi, kesempatan dan impian tersebut tentunya masih ada. Dengan semakin baiknya kualitas sumber daya manusia dan juga perkembangan fasilitas kesehatan di Indonesia, tentunya itu bisa menunjang kemajuan kesehatan anak Indonesia.