Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AWAS! Selain Mengiritasi Mata, Asap Dupa Bisa Memicu Kanker

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2017 |13:01 WIB
AWAS! Selain Mengiritasi Mata, Asap Dupa Bisa Memicu Kanker
Ilustrasi (Foto: Boldsky)
A
A
A

MEMBAKAR dupa menjadi ritual sehari-hari bagi beberapa umat beragama di dunia. Menurut mereka, aromanya bisa membangkitkan semangat demi mendapatkan keberkahan hidup.

Tetapi Anda perlu tahu, membakar dupa dampaknya sangat buruk bagi kesehatan, terutama mengganggu saluran napas. Asapnya bisa mencemari lingkungan dan berbahaya bagi paru-paru seseorang.

(Baca Juga: Metode Masak Nasi Putih dengan Minyak Kelapa Jauh Lebih Sehat, Kalorinya Rendah)

Belum lagi, hasil pembakaran dupa bisa memicu karbon dioksida dan zat karsinogenik penyebab kanker. Masih banyak pula dampak lain dari pembakaran dupa yang mengganggu kesehatan. Berikut adalah 8 ulasannya lebih lanjut, dilansir Boldsky, Rabu (16/8/2017).

Asapnya mengandung karsinogen

Peneliti mengklaim bahwa asap yang berasal dari batang dupa yang terbakar bisa mengandung karsinogen seperti benzena, karbonil dan hidrokarbon poli aromatik. Begitu juga dengan minyak yang digunakan untuk membakar dupa, mengandung senyawa berbahaya saat dibakar.

Mengiritasi mata dan kulit

Asap dari dupa juga dapat mengiritasi kulit dan mata Anda. Dampak ini tidak baik untuk anak-anak dan wanita hamil. Beberapa orang mungkin juga mengalami sensasi gatal pada kulit setelah terpapar asap pembakaran dupa.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Penduduk Papua Barat Belum Merdeka dari Malaria, Cerita Tenaga Medis Menyehatkan Masyarakat dengan Segala Keterbatasan)

Sebabkan radang paru

Pembakaran batang dupa sangat berbahaya bagi mereka yang menderita asma. Dampaknya seperti menghirup asap rokok, yakni dapat menyebabkan radang pada tabung bronkial yang fatal.

Bahayakan sistem pernapasan

Penggunaan dupa dalam jangka panjang di rumah bisa meningkatkan risiko kanker di saluran pernapasan bagian atas. Inilah salah satu efek dupa yang mengganggu saluran napas yang harus dihindari.

(Baca Juga: HOAX, Kabar Viral Anak Lumpuh Akibat Vaksin MR, Menkes: Jangan Besarkan Masalah Ini!)

Meningkatkan risiko COPD

Karbon monoksida, sulfur dioksida dan bentuk formaldehid dan nitrogen yang berbahaya dapat meningkatkan risiko asma dan COPD dalam jangka panjang. Jangan sering membakar dupa di rumah agar terhindar dari risiko tersebut.

Memicu kerusakan sel

Paparan ASAP dupa juga dapat menyebabkan gangguan sel sehat dalam tubuh. Akibatnya, seseorang lebih mudah mengalami risiko kerusakan sel yang membuat hidup Anda tidak bugar.

(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)

Masalah ginjal

Beberapa jenis dupa juga mengandung zat besi, magnesium dan timbal. Ginjal Anda mungkin perlu banyak berjuang membersihkan racun-racun itu dari tubuh Anda setiap hari. Sehingga Anda juga lebih mudah mengalami gangguan ginjal karena hal itu.

Mencemari udara

Anda bisa ikut mencemari udara bila membakar dupa setiap hari, meskipun di dalam ruangan. Asap dupa yang memenuhi rumah mengandung nitrogen oksida dan karbon monoksida. Kandungan itu dapat memicu sakit kepala dan gangguan kesehatan lainnya yang berbahaya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement