SEGUDANG buku parenting kadang hanya menumpuk di rumah. Begitu banyak metode dari para pakar tentang cara mengatur anak untuk disiplin. Orangtua pun dibuat tidak konsisten dalam menerapkan aturan setelah metode A tidak berhasil kemudian beralih ke metode B, dan seterusnya.
Padahal, menurut Dr. Tovah Klein, ibu tiga anak dan Direktur Pusat Pengembangan balita di Barnard College, New York, tumbuh-kembang anak-anak berada di bawah kontrol orangtua.
Baca Juga: Enak Didengar, Belum Tentu Artinya Baik, Hindari Nama-Nama Ini untuk Anak!
Melansir dari Popsugar, Rabu (16/8/3017), inilah cara-cara menerapkan disiplin dan mengasuh pertumbuhan anak yang harus orangtua ketahui tapi jarang sekali disampaikan.
Tinggalkan kata "sekarang"
Berdasarkan filosofi bahwa balita bukan miniadults (dewasa kecil), mereka adalah individu yang didorong oleh keinginan untuk tahu tentang hal baru. Dr. Klein mengatakan setiap orangtua harus meninggalkan kata "sekarang". Sebab balita belum memahami konsep waktu. "Balita kurang merasakan waktu dan otak mereka yang masih berkembang, mereka belum menginternalisasi keterampilan orang dewasa. Sebagai contoh, orangtualah yang mengatur jadwal anak untuk makan, tidur, main, hingga mandi. Bukan menyuruh mereka meminta melakukan tugasnya saat itu juga.
Baca Juga: ''Mama-Papa Stop!'', Apa yang Dipikirkan Anak saat Orangtuanya Bertengkar?
Beri pilihan
Ambil langkah mundur dan pikirkan dunia dari sudut pandang balita. Balita tidak bisa banyak bicara tentang apa yang mereka lakukan, apa yang mereka makan, ke mana mereka pergi, dan lain sebagainya. Orangtua memiliki semua kekuatan dan kontrol. Jadi apa yang bisa dikontrol anak? Menurut Dr. Tovah Klein, mereka belajar membuat keputusan selama tahap ini. Jadi jika anak butuh waktu lama untuk berpakaian, tanyakan padanya sepatu mana yang ingin dipakainya terlebih dahulu, sehingga anak tetap merasa dilibatkan sementara orangtua tetap mengontrol situasi ini.
Baca Juga: Belum Lancar Bicara, Pahami Maksud Balita dari Bahasa Tubuhnya
Membantu kesulitan anak
Kedengarannya jelas, tapi balita paling bahagia saat mereka merasa aman. Menurut Dr. Tovah Klein, "sedikit empati jauh memberi rasa aman pada diri anak." Berempati kepada anak, berarti menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dapat bertahan dalam situasi ini (tahap belajar disiplin). Dengan membantu mereka melalui kesulitan, Anda menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dapat menanganinya dan akhirnya orangtua berhasil mengajarkan anak ketahanan untuk hidup disiplin.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.