Dalam penyajiannya, sari dari rempah-rempah tadi di masukan ke dalam gelas alumunium besar yang dicampur dengan es batu. Kemudian dikocok beberapa kali hingga menimbulkan buih seperti bir.
"Busanya itu dari cengkeh dengan kayu manis yang dikocok bersama es batu tadi. Sepintas mirip bir pletok Betawi, tapi bedanya ada tidak menggunakan secang dan kapulaga," jelas Agus.
Saat diminum, bir ini terasa segar ditenggorokan karena bahannya terbuat rempah-rempah. Selain itu, bir kotjok ini menimbulkan rasa hangat di bagian perut meski disajikan dengan es batu.
Dalam sehari, Agus mempu menjual 30 botol bir kotkok yang dijual seharga Rp15. 000 perbotol dan Rp5. 000 untuk pergelasnya. Harga itu sangat murah jika dibandingkan khasiat minuman ini.