Agus Sugandi (42), salah satu pewaris generasi ketiga resep tradisional ini mengatakan bir tersebut sudah ada sejak 1965. Resep minuman ini didapatnya dari sang kakek dan ayahnya.
"Abah (kakeknya-red) sudah jualan bir kotjok dari tahun 1965 terus diwarisi ke bapak lalu ke saya. Awalnya jualan di depan pintu Kebun Raya Bogor terus pindah ke sini," katanya kepada Okezone, Jumat, 11 Agustus 2017.
Minuman ini dahulunya untuk perayaan pernikahan etnis Tionghoa karena berada di kawasan pecinan Bogor. Sejak saat itulah, minuman ini pun laris manis dan dikenal dengan "Bir Kotjok di Abah".
Resep utama minuman tradisional ini terdiri dari jahe merah, kayu manis, cengkeh, gula pasir dan aren. Bahan-bahan tersebut lalu direbus jadi satu dan diambil sarinya hingga berwarna coklat.