Prof. Yoga melanjutkan, kesadaran akan denyut jantung secara implisit adalah sensasi tidak menyenangkan yang dapat berhubungan dengan perasaan tidak nyaman, peringatan, dan rasa sakit yang tidak biasa. Karena denyut jantung berperan sangat penting dalam hal ini, makanya istilah denyut jantung digunakan untuk menggambarkan persepsi subyektif pasien tentang aktivitas jantung yang abnormal.
"Tapi, tidak semua denyut jantung berhubungan dengan gangguan aritmia. Gejala kelainan irama jantung lainnya pun bisa saja terjadi. Yang jelas, berdebar tidak normal adalah deteksi dini untuk mengetahui adanya penyakit tertentu di tubuh," sambunh Prof. Yoga.
Yang perlu digaris bawahi di sini, tutur Prof. Yoga adalah jangan sekali-kali mengabaikan irama jantung. Jika gangguan itu terjadi berulang kali, Anda perlu bertemu dengan dokter spesialis jantung untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
"Sebab, 9 menit setelah diketahui adanya gangguan irama jantung, bisa saja itu adalah waktu terakhir Anda di dunia ini," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.