Kehadiran kawasan observasi planetarium tersebut tentu saja untuk mengedukasi penerus bangsa terutama belajar mengenai tata surya dan melihat lebih dekat keindahannya melalui teropong. Pasalnya, Bosscha di Bandung yang selama ini menjadi tumpuan sarana edukasi sudah tidak dibuka setiap hari dan hanya bisa menampung 200 orang selama dibuka.
(Baca Juga: Tips & Trik Travelling Murah ke Luar Negeri saat Musim Liburan)
Hal tersebut karena kondisi teleskop yang sudah tua dan riskan untuk rusak sehingga harus dijaga. Bangunan yang sudah berusia puluhan tahun tersebut juga wajib untuk dilestarikan. Sebab, menjadi peninggalan berharga untuk bangsa Indonesia sendiri.
"Nanti, tempat observator akan lebih modern dibandingkan Bosscha kawasan lebih bersih dari polusi cahaya dan berada di balik bukit agar terhindar dari cahaya," tukasnya.
(Baca Juga: Suku di Pedalaman Kalimantan Tak Cuma Dayak, tapi Juga Ada Manusia Berbuntut!)