Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KISAH: Lewat Vlog Pribadinya, Perempuan Ini Membagikan Kisah Kehamilannya yang Menginspirasi 26 Ribu Orang

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Minggu, 06 Agustus 2017 |08:32 WIB
KISAH: Lewat Vlog Pribadinya, Perempuan Ini Membagikan Kisah Kehamilannya yang Menginspirasi 26 Ribu Orang
Kehamilan Rebecca (Foto: Dailymail)
A
A
A

KISAH ini dibagikan oleh Rebecca Meldrum. Perempuan berusia 28 tahun itu membuat vlog pribadinya dan membagikan di akun Facebook. Setelah video tersebut tersebar, diperkirakan ada 26 ribu orang terinspirasi kisahnya. Bagaimana bisa terjadi?

Selama masa kehamilan, Rebecca mengalami masalah tanpa henti. Termasuk ketakutan dia pada virus Zika yang mengerikan. Untuk masalah yang dihadapi, Rebecca mengalami tekanan darah tinggi, mual di pagi hari yang ekstrem, dan masalah plasenta. Bahkan, perempuan itu harus menjalani 19 pemindaian.

Dilansir dari Dailymail, pagi ini, Minggu (6/8/2017), dia diinduksi pada 36 minggu masa kehamilan anak ketiganya. Induksi dipilih dia sebagai keadaan darurat medis karena ketakutan akan ukuran anaknya yang tidak normal, bahkan tidak adanya pertumbuhan. Tapi ibu dua anak tersebut memutuskan untuk membagikan video kelahirannya untuk menginspirasi perempuan lain yang mengalami kehamilan dan kelahiran yang sulit.

(Baca Juga: Wow! Kurangi Konsumsi Gula Bikin Awet Muda Lho)

Video pertama yang dipublish Rebecca di Facebook dengan channel bernama ChannelMum.com menunjukkan bahwa dia dibawa ke rumah sakit oleh suaminya bernama Lee untuk diinduksi di Aberdeen Maternity Hospital.

Pada video tersebut, Rebecca menjelaskan saat menuju rumah sakit, tubuhnya berkeringat dan memerah. Kondisi panik juga dialami Rebecca. Dia juga menjelaskan benar-benar tidak tahu bagaimana semua ini bisa dia lalui. "Kita tahu kita punya bayi. Kami tidak yakin bagaimana kesehatannya. Ini semua merupakan pengalaman baru bagi kami," cerita Rebecca menjelaskan alasan dirinya menginduksi kehamilan anak ketiganya.

(Baca Juga: ''Kenikmatan Dunia'' Ada di Ujung Jari, Tak Ada Salahnya Masturbasi, Ladies!)

"Saya adalah orang yang sangat jujur ​​dan menganggap bermanfaat untuk berbagi kisah nyata ini melalui vlog. Membagikan video ini berarti hidup saya adalah apa yang saya lakukan, sehingga saya tidak ingin berhenti hanya karena keadaan menjadi sulit dan sulit," lanjut dia.

Dia menambahkan kehamilan dua anak sebelumnya berjalan lancar. Anak pertama yang sekarang sudah berusia 5 tahun dan anak kedua berusia 2 tahun kehamilannya terbilang lancar. Berbeda dengan anak ketiga ini. "Semua ini membuat saya sangat gugup dan cukup menegangkan, benar-benar membuat kepalaku memikirkan segala hal yang bakal terjadi," tutur Rebecca.

Karena masalah kehamilan itu, dokter mengatakan tidak ada gunanya untuk memperlama kondisi kehamilan. Dokter pun meminta Rebecca untuk mengeluarkan bayinya secepat mungkin. Dokter memperingatkan bahwa pertumbuhan bayinya sangat kecil dalam beberapa minggu ini, yang mengharuskan terjadinya kelahiran pada usia 36 minggu.

Saat di rumah sakit, Rebecca mengungkapkan harapannya. "Semoga aku memiliki bayi yang bahagia dan sehat, tapi kita akan menghadapi hal ini sebelumnya," ucapnya. Dia melanjutkan, dengan adanya vlog tersebut, Rebecca berharap bisa membantu orang lain yang mengalami hal serupa, meski kondisinya pengalamannya berbeda, perkembangan kehamilan, persalinan atau kelahiran.

(Baca Juga: Mengejutkan! Makan Daging Merah dan Cokelat Ternyata Menyehatkan Usus)

Sementara itu, pasangan muda tersebut sudah memiliki dua anak perempuan, Safiyah, lima, dan Florence, dua, dan dia hamil dengan gadis ketiga mereka awal tahun ini. Dia mengalami 16 minggu penyakit ekstrem sebelum dokter menjelaskan kepala bayinya lebih kecil dari yang diperkirakan pada scan ke-20 minggu.

(Baca Juga: Bahaya Oral Seks Sebabkan Infeksi HPV, Sifilis hingga Hepatitis)

Bayi itu dikandung beberapa minggu setelah berkunjung ke Florida. Makanya, kecenderungan terinfeksi Zika pun semakin besar. Makanya, Rebecca melakukan tes tanpa henti dan memeriksa penyakitnya. Tapi Rebecca kemudian menderita tekanan darah tinggi dan dirawat di rumah sakit karena dehidrasi. Dia juga harus menjalani suntikan steroid karena pertumbuhan bayi yang tertunda. Kondisi tersebut disebut pembatasan pertumbuhan intrauterine.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement