Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Makanan Jepang Selalu Identik dengan Imej Mahal?

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 02 Agustus 2017 |21:27 WIB
Kenapa Makanan Jepang Selalu Identik dengan Imej Mahal?
Sushi Jepang (Foto: Spiritjourneys)
A
A
A

LAYAKNYA sajian makanan Italia dan makanan China, yang sangat populer di berbagai penjuru dunia termasuk salah satunya di Indonesia, makanan Jepang juga bisa dibilang sama populernya.

Makanan Jepang kerap menjadi makanan asing favorit banyak masyarakat Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Banyaknya restoran Jepang yang hadir di Jakarta, bisa menjadi salah satu penanda bahwa target pasar atau market dari sajian makanan Jepang di Jakarta memang besar adanya.

 (BACA JUGA: Ramai di Jepang! Wanita Pakai Masker Wajah yang Lebarnya Sampai ke Leher)

Akan tetapi, hidangan makanan Jepang sendiri tidak dipungkiri hadir di muka publik dengan imej sebagai makanan mahal. Di mana per satu kali konsumsi saja, bisa memakan dana hingga ratusan ribu rupiah. Lalu, sebenarnya mengapa imej tersebut seolah melekat di benak masyarakat umum perihal sajian makanan Jepang? Menjawab pertanyaan ini, Okezone pun bertanya langsung kepada Cyntia Utami selaku assistan brand manager salah satu restoran Jepang ternama di Jakarta.

 

(Foto: Pradita / Okezone)

“Menurut aku, mungkin begitu dengan kata makanan Jepang pasti yang terlintas di pikiran biasanya adalah impor dari Jepang, dan kebanyakan pasti langsung mikir wah ikan salmon. Mikir kalau menu sushi pertama kali pasti yang kebayang adalah, sushi salmon yang pasti mahal nih. Padahal menu makanan Jepang, variasinya bermacam-macam kan. Memang belum terlalu banyak yang aware,” ungkap Cyntia yang ditemui Okezone, Rabu (2/8/2017) dalam acara ‘Happy Belly Session by Tokyo Belly’ di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement