Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Moms, Sadari Anak Punya Dunia Sendiri, Jangan Batasi Kreativitas Mereka!

Vessy Frizona , Jurnalis-Kamis, 03 Agustus 2017 |09:02 WIB
Moms, Sadari Anak Punya Dunia Sendiri, Jangan Batasi Kreativitas Mereka!
Pola Asuh (Foto: Theconversation)
A
A
A

UMPAN balik yang diberikan orang dewasa terhadap hasil karya anak kebanyakan menjurus ke komentar negatif. Ungkapan tersebut sangat mempengaruhi imajinasi anak sehingga menjadi terbatas.

Misalnya, melarang anak bermain musik, terlalu mengarahkan buku bacaan anak, menyalahkan warna yang dibubuhkan anak di kertas saat melukis, dan lain sebagaimnya. Moms, ingat anak punya dunia sendiri dan mereka sedang berproses.

Mulai sekarang berhenti membatasi kretivitas anak dengan menerapkan banyak aturan dan komnetar negatif. Melansir dari Lifehack, Kamis (3/8/2017) berikut cara yang bisa dilakukan orangtua agar imajinasi dan kreativitas anak berkembang.

Baca Juga: Terkontaminasi Pergaulan di Sekolah, Begini Cara Menghentikan Perangai Buruk Anak

Setting otak

Orang dewasa bisa menyeting pikiran mereka. Seperti berpikir video game buruk dan tidak ada masa depan untuk musik. Perlu diketahui bahwa gagasan semacam itu sudah ketinggalan zaman. Untuk menumbuhkan kreativitas anak Anda, mungkin memerlukan rewiring otak dan cara berpikir sendiri. Hentikan diri untuk tidak menggunakan autopilot dan memuji produk, bukan prosesnya. Langit mungkin tidak biru, tapi butuh waktu lama bagi anak dan kerja keras untuk menciptakan langit berwarna. Sadarilah bahwa seni digital sama kreatifnya dengan menggambar dengan pensil dan tinta.

Baca Juga: Penyebab Anak Jadi Pem-bully, Kekerasan di Rumah hingga Kurang Perhatian Orangtua

Sadarilah dunia anak, bukan dunia Anda

Berhentilah mencoba membuat anak-anak melihat dunia seperti yang Anda lihat. Penghakiman, sudut pandang adalah milik Anda. Orang dewasa sudah punya banyak pengalaman dan dapat mengukurnya. Sementara anak-anak baru punya secuil pengalaman dan masih menggunakan imajinasi lebih baik daripada orang dewasa. Izinkan anak bebas menggunakan indra mereka sendiri untuk diri sendiri, tidak bias seperti saran orangtuanya. Berikan anak alat, ruang dan waktu untuk membantu menumbuhkan kreativitas mereka. Bekerjalah dengan proses kreatif anak, jangan melawannya. Anda tidak pernah tahu, mungkin mereka akan menjadi inovator besar selanjutnya.

Berhenti mengkritik

Anda mungkin percaya kritik konstruktif dapat membantu, tapi itu menghancurkan kreativitas mereka. Ketika mereka memulai, mereka mungkin telah membayangkan karya mereka dalam pikiran mereka, tapi inilah proses yang melatih kreativitas, bukan hasilnya. Mereka akan belajar lebih banyak dari percobaan dan kesalahan mereka sendiri.

Baca Juga: Kalau Pakai Hati, Hal Sepele yang Dilakukan Ibu Berdampak Luar Biasa

Jangan mengganggu proses kreatifnya

Jangan menghalangi permainan mereka. Ketika amak menambahkan seember air ke tumpukan kotoran itu dan mulai meremas tangan mereka melewatinya, gigit lidah Anda. Ketika mereka meletakkan kuas cat mereka dan memasukkan jari mereka langsung ke cat dan mulai mewarnai kertas mereka dengan cap jempol, putar tangan Anda di belakang punggung dan tutup mulut Anda. Anda hanya boleh menyaksikan imajinasi mereka saat bekerja. Anda bisa menyemprotnya dan membasuhnya setelah itu.

(Vien Dimyati)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement