- Wajib pula ada edukasi pada kelompok berisiko tinggi hepatitis, seperti pengguna napza jarum suntik dan pekerja seks komersial. (Baca Juga: Catat! Mitos dan Fakta Hepatitis yang Wajib Anda Ketahui)
- Sosialisasi langkah benar melakukan transfusi darah dengan adanya skrining penyakit, untuk mencegah hepatitis. Hal ini harus diterima oleh pendonor maupun pasien yang mendapatkan donor.
“Untuk mengatasi tantangan eliminasi hepatitis di tahun 2030 sesuai target regional dan global, penting terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan, pengobatan dan pengelolaan penyakit ini,” katanya.
Tenaga kesehatan harus meningkatkan keterampilan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Ada pula beberapa arahan terkait tatalaksana penggunaan alat medis yang tepat agar tak menularkan penyakit. Seperti apa? (Baca Juga: Gawat! Tren Penyakit Hepatitis di Indonesia Semakin Meningkat, Apa Sebabnya?)
- Misalnya, kejelasan arahan untuk menghindari suntikan yang terkait penggunaan jarum suntik. Perawat atau dokter harus mengganti jarum kepada pasien. Penggunaan jarum tidak dapat diulang, karena memicu penularan penyakit.