Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eliminasi Hepatitis dari Asia Tenggara di 2030, Apa Upaya WHO?

Dewi Kania , Jurnalis-Jum'at, 28 Juli 2017 |19:02 WIB
Eliminasi Hepatitis dari Asia Tenggara di 2030, Apa Upaya WHO?
Ilustrasi (Foto: Financialexpress)
A
A
A

PENYAKIT hepatitis menjadi masalah besar di Asia Tenggara. Termasuk Indonesia, masih kesulitan untuk mencegah penularan dan eliminasi penyakit tersebut.

Berdasarkan data WHO, setiap tahun sekira 410.000 orang terjangkit hepatitis dan meninggal dunia. Penularannya disebarkan lewat virus atau kasus perlemakan hati.

Perlu Anda tahu, hepatitis juga menyebabkan kanker hati dan sirosis. Angka kesakitan dan kematiannya pun jumlahnya bertambah. (Baca Juga: Usai Cerai dari Brad Pitt, Angelina Jolie Menderita Kelumpuhan Wajah)

Direktur Regional WHO Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh mengatakan, 1 dari 10 orang menderita hepatitis. Tapi mereka tak menyadari, sehingga hal ini menjadi beban yang besar.

“Banyak orang belum tahu adanya ketersediaan pengobatan yang efektif dan upaya pencegahan. Ada upaya pemberian vaksin hepatitis B dan menjaga kebersihan,” ujar Dr Poonam lewat siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (28/7/2017).

Belum lagi ada stigma dan diskriminasi penderita hepatitis masih umum ditemukan di kalangan masyarakat. Hal inilah yang menjadi masalah global yang harus dituntaskan.

Karena, menurut Dr Poonam, penyakit hepatitis dapat dicegah. Masyarakat harus bisa melakukannya agar tak menambah jumlah prevalensi. (Baca Juga: Bisa Menyebabkan Kanker Hati, Ketahui Cara Penanganan Setiap Jenis Hepatitis)

“Pesan yang jelas, singkat dan akurat tentang bagaimana infeksi dapat dicegah, tanda dan gejala, pengobatan, semuanya dapat memberdayakan masyarakat untuk melakukan sesuatu hal,” imbuhnya.

Adapun cara pencegahannya, pemerintah harus mengedukasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun cara pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

- Upaya sederhana untuk menjaga kebersihan seperti cuci tangan serta konsumsi makanan dan minuman yang bersih dan aman. Ini dilakukan untuk mencegah hepatitis A dan E.

- Wajib pula ada edukasi pada kelompok berisiko tinggi hepatitis, seperti pengguna napza jarum suntik dan pekerja seks komersial. (Baca Juga: Catat! Mitos dan Fakta Hepatitis yang Wajib Anda Ketahui)

- Sosialisasi langkah benar melakukan transfusi darah dengan adanya skrining penyakit, untuk mencegah hepatitis. Hal ini harus diterima oleh pendonor maupun pasien yang mendapatkan donor.

“Untuk mengatasi tantangan eliminasi hepatitis di tahun 2030 sesuai target regional dan global, penting terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan, pengobatan dan pengelolaan penyakit ini,” katanya.

Tenaga kesehatan harus meningkatkan keterampilan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Ada pula beberapa arahan terkait tatalaksana penggunaan alat medis yang tepat agar tak menularkan penyakit. Seperti apa? (Baca Juga: Gawat! Tren Penyakit Hepatitis di Indonesia Semakin Meningkat, Apa Sebabnya?)

- Misalnya, kejelasan arahan untuk menghindari suntikan yang terkait penggunaan jarum suntik. Perawat atau dokter harus mengganti jarum kepada pasien. Penggunaan jarum tidak dapat diulang, karena memicu penularan penyakit.

- Ada pula kebutuhan cakupan luas imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Dosisnya disesuaikan, dengan pemberian 2-3 dosis dalam 6 bulan pertama.

- Pencegahan stigma juga harus dilakukan. Seharusnya sesama masyarakat harus peduli dan mendukung kesembuhan pasien hepatitis. Mereka jangan dijauhi agar tak merasa tersinggung.

Adapun stigma dari banyak faktor, mulai ejekan ringan, pasien hepatitis tidak mendapatkan pekerjaan layak, serta masalah lainnya. Hal ini tidak seharusnya diterima pasien, karena mereka masih dapat beraktivitas, meski mengidap suatu penyakit.

“WHO Asia Tenggara berkomitmen menyelasaikan tantangan eliminasi hepatitis. Karena bila tidak, masyarakat akan terancam dengan penyakit hepatitis tahun 2030 mendatang,” simpulnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement