Membully atau meninggalkan teman
Baca Juga: Keajaiban! Hanya Punya Peluang 1% Hamil, Seorang Survivor Kanker Lahirkan Bayi Laki-Laki
Bahkan jika anak Anda adalah anak paling manis, mereka adalah "anak kecil" biasa. Seringkali anak-anak tersapu kelompok teman dan tekanan teman sebaya dan bahkan tidak menyadari bahwa mereka membentuk kelompok-kelompok - apalagi ini memberi dampak negatifnya terhadap orang lain. Anak bisa ikut-ikutan membully atau meninggalkan teman lainnya. Penting untuk tidak hanya memasukkan perilaku inklusif tapi juga selalu menjelaskan pentingnya perilaku empati.
Tidur larut malam
Anak-anak yang biasanya disiplin bisa berubah siklus jam tayang setelah punya teman dan berinteraksi lewat ponsel. Entah chating atau video call. Cegah siklus ini dengan memberi aktivitas pada pada siang hari.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.