MASYARAKAT Riau patut berbangga, banyak kudapan tradisional warisan leluhur yang rasanya nikmat disantap. Karena rasanya yang lezat, tak heran jika kudapan ini cukup memiliki popularitas.
Salah satu yang cukup punya nama adalah lemang dan tapai pulut, sepasang kudapan ini sudah tak asing terdengar di Riau. Lemang dan tapai pulut semakin populer sat hari raya tiba baik saat Idul Fitri maupun Idul Adha. Masyarakat Riau tak pernah absen membuatnya.
Sama seperti kebanyakan lemang lain, kudapan ini terbuat dari beras ketan yang dimasak dalam tabung bambu. Sebelum memasukkan beras, bagian dalam bambu dilapisi daun pisang.
Baca Juga: Bikin Telur Orak-arik Lembut Tanpa Dikocok? Ternyata Bisa, Ikuti 5 Cara Ini!
Beras ketan dalam bambu ini dimasak menggunakan santan sehingga rasanya gurih dan legit. Untuk mematangkannya, lemang dibakar di atas api hingga matang dan padat.
Saat sudah matang, lemang disajikan dalam bentuk potongan bulat kecil untuk ukuran personal. Lemang paling pas disantap bersama tapai pulut yakni olahan ketan yang difermentasi hingga menjadi tapai.
Masyarakat Riau membuat tapai pulut dari ketan putih maupun ketan hitam. Dominan rasa asam, manis dan kecut sangat pas jadi teman makan lemang. Rasa lemang akan semakin mantap jika disantap dalam keadaan hangat. Asap tipis yang mengepul dari lemang membuat selera makan meningkat berkali-lipat.