Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengandung 0,06-0,24 Mg Sianida, Jika Tertelan Biji Apel Bisa Sebabkan Kematian!

Dewi Kania , Jurnalis-Jum'at, 21 Juli 2017 |16:42 WIB
Mengandung 0,06-0,24 Mg Sianida, Jika Tertelan Biji Apel Bisa Sebabkan Kematian!
Biji apel berbahaya (Foto: Foodandmeal)
A
A
A

KALAU makan apel dengan kulitnya memang disarankan. Tapi kalau makan biji apelnya harus hindari, karena mengandung senyawa yang membahayakan pencernaan.

Para peneliti mengungkapkan, biji apel mampu meracuni dan menyebabkan kematian. Karenanya, mengandung amigdalin yaitu zat yang melepaskan sianida dan berhubungan dengan enzim pencernaan manusia.

Amygdalin mengandung sianida dan gula. Jika tertelan manusia, akan diubah menjadi racun. Sianida jelas dapat membunuh manusia.

Perlu Anda tahu, sianida terkenal sebagai salah satu racun paling mematikan. Dalam sejarah, senyawa ini sering digunakan untuk bunuh diri massal.

Sianida bekerja dengan mencampuri suplai oksigen. Tidak hanya dari biji apel, kandungan racun itu juga ditemukan pada biji buah aprikot, ceri, plum, dan buah persik.

Biji buah itu memiliki lapisan pelindung yang menyegel amigdalin di dalamnya. Lapisan itulah yang tidak bersahabat dengan sistem pencernaan.

Jika Anda tak sengaja menelan biji apel, bisa berakibat fatal bagi tubuh manusia. Sianida bisa merusak jantung dan otak Anda. Bahkan, bisa pula menyebabkan koma dan kematian. Tapi kasus ini jarang terjadi adanya.

Jika tak sengaja menelan biji apel dan keracunan, Anda akan mengalami gejala seketika. Termasuk, kejang, sesak napas, gemetar, spasm (aktivitas tiba-tiba kuat dari otot), denyut jantung meningkat, gagal napas, tekanan darah rendah. Anda juga akan mengalami mual, sakit kepala, muntah, kram perut, pusing, kebingungan dan kelemahan. Kesemuanya itu bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran.

Sayangnya, korban yang selamat dari keracunan bisa berisiko mengalami kerusakan jantung dan otak. Karena diteliti para ahli, satu gram biji apel yang ditumbuk halus mengandung 0,06-0,24 mg sianida, dikutip Timesofindia.

Singkong mengandung sianida

Selain biji apel, ternyata sianida alami juga terkandung di makanan lain, yaitu singkong. Simak ulasan di halaman selanjutnya.

Sejumlah tanaman memang mengandung zat sianida alami, termasuk singkong. Asisten profesor biologi di Arts & Sciences Washington University di St Louis, Kenneth M. Olsen, PhD, mempelajari tanaman asli Amerika Selatan tersebut. Singkong diimpor oleh Portugis sekira 300-400 tahun lalu. Kemudian para petani di Afrika menanamnya.

Ada singkong pahit dan manis. Tapi, petani di Afrika lebih suka yang pahit karena mengandung tinggi sianida. Singkong yang pahit dapat mencegah serangga atau hama lainnya.

Namun, di Afrika, di mana akar singkong menjadi menu utama pangan, banyak orang miskin menderita bentuk kronis keracunan sianida yang disebut konzo. Namun, sebenarnya seseorang bisa menghindari keracunan dari singkong mengandung sianida.

“Setiap orang memiliki kemampuan untuk detoksifikasi sianida jika mereka menelan singkong atau makanan lain perlahan-lahan dan selama jangka waktu yang panjang,” ujarnya seperti dikutip Wustl.

Selain itu, menurut Olsen, seseorang juga memiliki kemampuan untuk detoksifikasi yang baik jika memiliki cukup protein dalam menu harian, terutama mengandung sulfur asam amino. Minum air yang cukup juga penting untuk detoksifikasi tubuh dari racun.

(Helmi Ade Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement