Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE STORY #3 Sabar Gorky: Setelah Kehilangan Kaki Kanan, Alur Kehidupan Saya Seakan Terhenti

Annisa Aprilia , Jurnalis-Selasa, 18 Juli 2017 |20:00 WIB
OKEZONE STORY #3 Sabar Gorky: Setelah Kehilangan Kaki Kanan, Alur Kehidupan Saya Seakan Terhenti
Sabar Gorky (Foto: Okezone)
A
A
A

RODA kereta berhasil menggilas kaki kanan saya dan hanya menyisakannya sedikit. Peristiwa yang terjadi pada April 1990 kala itu benar-benar membekas dalam ingatan saya, bahkan sampai sekarang dan tidak akan pernah saya lupakan.

Kaki kanan saya memang sudah tidak ada. Begitu pula semangat yang dulu membara. Saya rasa tidak ada lagi kehidupan ideal yang selalu jadi idaman saya.

(Foto: Sabar Gorky)

Waktu terasa seakan merenggut segalanya. Saya merasa tidak bisa apa-apa lagi tanpa kaki kanan saya. Hobi saya akan olahraga ekstrem, hobi mendaki gunung saya, panjat tebing, arung jeram dan lainnya, tidak bisa lagi saya lakukan. Hidup seakan terhenti saat itu. Saya tidak bisa apa-apa lagi selain meratap. Melamun. Berpikir tapi kosong.

Hari demi hari saya lewati. Minggu demi minggu pun berubah menjadi bulan. Tidak terasa enam bulan bahkan satu tahun lamanya, saya habiskan tidak melakukan hal yang dulu pernah saya lakukan. Saya hanya mampu mengurung diri dalam rumah.

Saya shock, saya merasa terpuruk dan rapuh. Hidup saya terasa seperti arus sungai. Mengalir begitu saja. Pasrah dibawa oleh aliran arus. Turun atau berkelok, menerima saja. Hari-hari terlewati begitu saja tanpa ada arti apa-apa. Pasrah tanpa berbuat apa-apa.

Selama mengurung diri dalam rumah, saya membatasi kegiatan saya. Saya tidak lagi olahraga ekstrem. Tidak lagi jalan-jalan. Bahkan, teman-teman saya pun melayangkan pertanyaan "Apakah tidak ingin bergerak dan beraktifitas lagi?"

Dari pertanyaan teman-teman saya itu, saya pun merasa tertampar. Dan, bertanya pada diri senidir "Apa gunanya saya meratapi nasib seperti ini?"

Akhirnya, saya pun terbangun dari tidur panjang yang memadamkan kobaran semangat saya selama setahun itu. Dukungan teman-teman dan keluarga, akhirnya membakar semangat saya kembali. Api semangat yang sempat padam itu pun sekarang berkobar lagi. Bahkan, lebih besar dari yang pernah ada.

Foto: Sabar Gorky

Sebagai manusia, wajar saja bila kita merasakan keterpurukan dan sampai pada titik lelah. Namun, itu semua bukan berarti kita menjadikannya alasan untuk menyerah. Kita tidak boleh kalah oleh keadaan. Kita tidak boleh menyerah dalam masalah.

Baca selengkapnya, Motivasi Sabar Gorky Taklukkan Puncak Tertinggi di Argentina

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement