Ia harus menahan hembusan angin selama sejam dari 40 ke 50 mil. Keadaan ini membuat keduanya harus kembali dari puncak dan Ben menggunakan sepatu mendaki untuk menuruni puncak.
"Saya tidak pernah mendaki gunung sebelumnya dan ini menjadi kali pertama saya dengan sepatu hak. Banyak orang memberikan dukungan positif tetapi beberapa di antaranya juga tidak mendukungnya karena saya harus memperhatikan kesehatan dan keamanan," kata Ben.
"Saya telah menyakiti diri saya dalam waktu semalam di London dibandingkan menggunakan high heels untuk mendaki Karena saya menggunakan kaus kaki untuk menahan," sambungnya.
Ben melakukan perjalanan menantang ini tak hanya untuk beasiswa semata, ia juga menghasilkan uang untuk menyumbang ke program amal LGBT Stonewall dan sepatu Sal yang menyediakan alas kaki bagi anak-anak kurang mampu di dunia.
"Mendapatkan uang untuk program amal membawa kebahagiaan untuk hidup orang dan jika saya berhasil melakukan sesuatu yang konyol dan membawa kebahagiaan, dan ini gunanya dari perjalanan saya," tukasnya.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.