Memakan serangga bukan hal yang baru di Meksiko. Warga di negara ini sudah sejak lama mengonsumsinya, dengan berbagai alasan, antara lain adalah kemiskinan dan kelangkaan pangan.
"Ketika seorang ibu mencoba memberi makan ke anak-anaknya dan tak ada makanan yang tersedia, semut-semut ini bisa menjadi pilihan karena rasanya yang kaya dan juga memiliki kandungan protein yang tinggi," kata Arellano.
Sambal semut ini tadinya hanya populer di rumah tangga namun sekarang merambah ke restoran-restoran mahal. Arellano membeli semut terbang dengan harga 850 peso (sekitar Rp620.000 ) per setengah kilogram. Tergolong mahal karena memang serangga ini hanya tersedia beberapa hari saja dalam satu tahun.
Tren sesaat atau?
Dewasa ini tak hanya semut yang masuk ke meja-meja restoran mahal di Meksiko. Serangga-serangga lain juga diburu orang antara lain didorong oleh rasa penasaran dan gerakan gastronomi internasional yang memandang serangga sebagai bagian dari masa depan.