Melihat Kyai Bima dapat dengan mudah membuat permintaannya, Roro Anteng pun mulai gelisah dan takut. Akhirnya, ia pun memukul-mukul alu agar ayam-ayam bangun dan berkokok.
Tindakan Roro Anteng ternyata tidak sia-sia, ayam-ayam pun bangun, berkokok dan saling bersahutan seakan-akan pagi telah menyingsing. Melihat hari yang hampir pagi, Kyai Bima emosi, kesal, dan marah. Ia melempar batok kelapa hingga batok itu jatuh terlungkup tepat di samping Gunung Bromo dan berubah jadi sebuah gunung yang kini bernama Gunung Batok.
Atas kegagalan itu, akhirnya Roro Anteng kembali ke pelukan pria yang disayanginya, Joko Seger, dan memulai kehidupan baru dengan menikah. Mereka jadi pasangan suami istri yang bahagia dan saling mengasihi.
Kegagalan lautan yang dibuat oleh Kyai Bima sekarang dikenal dengan Segara Wedi, lautan pasir yang masih bisa dikunjungi hingga kini.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.