ADA cinta yang utuh dan mengharukan di balik gagahnya Gunung Bromo. Sebuah cerita terkisah di atas tanah gunung yang kini jadi primadona traveller dan pendaki gunung.
Gunung Bromo terkenal dengan matahari terbitnya yang menakjubkan dan padang pasirnya yang eksotis. Namun, kisah satu keluarga pernah terukir di langitnya dan diyakini sampai sekarang oleh warga asli Gunung Bromo yang merupakan bagian dari Suku Tengger.
Bukan tanpa alasan suku tersebut bernama Tengger. Pasalnya nama tersebut merupakan singkatan dari Roro Anteng dan Joko Seger.
Legenda bermula dari kecantikan Roro Anteng yang banyak memikat hati putra-putra raja hingga pria tua yang sakti mandraguna. Namun, Roro Anteng sama sekali tidak tergoda oleh semua pria itu, karena ia sudah menjatuhkan hati pada seorang pria yang lahir dari seorang istri Brahmana, bernama Joko Seger.
Tapi, kisah cinta mereka tidak berjalan semulus yang diimpikan. Kedatangan Kyai Bima membuat Roro Anteng harus menerima pinangannya, karena ia seorang yang sakti dan mengancam akan menghancurkan desa jika gadis yang lahir dari titisan dewa itu menolak pinangan.
Bagaimana pun Roro Anteng tetap cinta pada Joko Seger. Ia pun memberikan syarat pada Kyai Bima agar dibuatkan sebuah lautan di tengah-tengah gunung dalam waktu semalam.
Tanpa pikir panjang, Kyai Bima menyetujui syarat itu dan dengan sebatok kelapa beserta kesaktiannya Kyai Bima hampir selesai membuat persayaratan Roro Anteng.
Melihat Kyai Bima dapat dengan mudah membuat permintaannya, Roro Anteng pun mulai gelisah dan takut. Akhirnya, ia pun memukul-mukul alu agar ayam-ayam bangun dan berkokok.
Tindakan Roro Anteng ternyata tidak sia-sia, ayam-ayam pun bangun, berkokok dan saling bersahutan seakan-akan pagi telah menyingsing. Melihat hari yang hampir pagi, Kyai Bima emosi, kesal, dan marah. Ia melempar batok kelapa hingga batok itu jatuh terlungkup tepat di samping Gunung Bromo dan berubah jadi sebuah gunung yang kini bernama Gunung Batok.
Atas kegagalan itu, akhirnya Roro Anteng kembali ke pelukan pria yang disayanginya, Joko Seger, dan memulai kehidupan baru dengan menikah. Mereka jadi pasangan suami istri yang bahagia dan saling mengasihi.
Kegagalan lautan yang dibuat oleh Kyai Bima sekarang dikenal dengan Segara Wedi, lautan pasir yang masih bisa dikunjungi hingga kini.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.