Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE STORY #4: Saptoyo, "Saya Dibilang Orang Gila Karena Menanam Mangrove"

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Kamis, 29 Juni 2017 |20:00 WIB
OKEZONE STORY #4: Saptoyo,
Saptoyo aktivis lingkungan hutan mangrove (Foto:Saptoyo)
A
A
A

MENDAPAT kecaman dari berbagai pihak adalah hal yang akrab saya terima. Hal paling menyedihkan adalah ketika saya menanam bibit mangrove kemudian dianggap orang gila dan orang yang menyebarkan aliran sesat.

Saya tidak pernah memancing keributan, yang saya lakukan hanya menanam bibit mangrove. Itupun saya lakukan di tanah yang saya sudah beli dan tanah-tanah yang terbengkalai tanpa pemilik. Orang melihat saya seperti orang gila, bahkan banyak yang menganggap saya tidak waras, sakit jiwa dan lain sebagainya.

 

Saya tidak pernah sakit hati atau menaruh dendam. Menurut saya, apa yang saya lakukan sudah benar jadi apapun yang dikatakan orang tentang saya akan saya acuhkan. Intinya saya hanya tutup telinga dan lanjut menanam mangrove.

Saat menanam mangrove di siang hari, saya dibilang orang gila. Kemudian saya tanam mangrove di malam hari, ternyata ini juga jadi pemberitaan negatif. Saya bawa bibit sambil bawa senter untuk menanam, orang bilang saya mengikuti dan menyebarkan aliran sesat.

Sepanjang malam saya diintai, diikuti dan ditelusuri apa yang saya lakukan. Saya tidak marah saat saya dihina atau disakiti, saya akan marah ketika bibit tanaman yang saya tanam dengan tangan saya dirusak oleh orang tak bertanggung jawab. Ini terjadi beberapa kali, tanaman yang saya tanam akhirnya dirusak.

Seiring berjalannya waktu, saya kemudian bertemu orang-orang yang juga memiliki pemikiran yang sama. Lambat laun makin banyak yang membantu saya menanam mangrove, termasuk anak sulung saya Lia Putrinda yang sudah beranjak dewasa.

 

Lia juga bahkan harus merelakan beasiswa pendidikannya ke Jerman dan memilih menggunakan uangnya untuk kegiatan konservasi. Kini Lia termasuk salah satu yang paling mendukung kegiatan saya. Lia kemudian mendirikan lembaga masyarakat konservasi Bhakti Alam Sendang Biru.

Kini saya tidak bekerja sendiri, dukungan mulai datang dari banyak pihak, termasuk putri saya Lia. Penasaran seperti apa aksi yang dilakukan Saptoyo, Lia dan orang-orang yang mulai sadar lingkungan? Nantikan kisahnya setiap pukul 20.00 WIB hanya di Okezone.com.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement