Mulanya, pada 1959 Buya Hamka diundang ke Universitas Al-Azhar Kairo untuk mendapat gelar doktor Honoris Causa. Kemudian, pada kunjungannya Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Mahmoud Zakzouk, pada 1960, diakhir sambutannya ia menambahkan nama di belakang masjid, menjadi Masjid Agung Al-Azhar.
(foto: Annisa Aprilia/Okezone)
Bangunan masjid terpengaruh dari Arab Saudi dan Mesir, membuat masjid masih tampak anggun, walau sudah berumur. Masjid Agung Al-Azhar dapat menampung sebanyak 3.500 orang jamaah.
Suasana sejuk dan nyaman akan Anda rasakan ketika beribadah salat di masjid tersebut. Masjid memiliki langit-langit yang tinggi sehingga memberikan kesan luas, ditambah dengan terdapatnya banyak pintu dan jendela membuat ruangan salat kian sejuk, karena pertukaran udara yang cepat.
Tidak hanya itu, karpet yang menjadi alas salat para jamaah pun terasa begitu lembut dan tebal, hingga terasa empuk ketika bersujud.