Merasa tidak yakin bagaimana membuat gambar yang lebih ambisius jika dibanding gunung Iwaki yang sederhana, yang mereka lakoni selama 10 tahun, dewan desa kemudian meminta nasihatnya.
Yamamoto lantas membuat gambar kasar Mona Lisa, dan ternyata tidak terlalu berhasil. Gagal dalam perspektif, dan beberapa orang di desa itu mengatakan sosok Monalisa terlihat gemuk.
"Saat saya membuat seni tumbuhan padi, saya membuat beberapa kali kesalahan. Tetapi setelah beberapa kali mencoba dan membuat kesalahan, saya makin berpengalaman. Kini, saya rasa, ketrampilan saya dalam seni tumbuhan sudah seperti yang saya impikan," katanya.
Proyek ini, tentu saja, sudah melangkah jauh semenjak mereka menggambar gunung Iwaki dan sosok Mona Lisa.
Tanbo Art, yang digelar setiap tahun kini, kini digelar dengan proses perencanaan yang lebih matang, dimulai saat musim gugur usai panen dan diakhiri pada April, sekitar sebulan sebelum penanaman dimulai, jelas Walikota Koyu Suzuki.
"Tema ditentukan di Dewan Promosi Revitalisasi Desa. Kami mencoba untuk memilih sebuah desain yang dapat menyenangkan semua orang dengan latar yang berbeda," kata Suzuki.
Berikutnya, Yamamoto membuat gambarnya dan hasilnya akan dicetak melalui program khusus komputer untuk membantu dalam menentukan perspektif gambar, sehingga terlihat keren saat dilihat dari lokasi pengunjung.
Padi mulai ditanam pada akhir musim semi di dua lokasi desa, dan benih itu mulai tumbuh dari Mei sampai Oktober. "Terdapat 12 varietas padi yang kita gunakan, dan varietas itu memiliki tujuh warna. Ketika benih itu ditanam, tidak terlihat perbedaan warna, tetapi saat mulai tumbuh, Anda mulai dapat melihat perbedaannya," kata kepala seksi pariwisata Inakadate, Masaru Fukushi, yang juga bertanggung jawab untuk perawatan tumbuhan padi.