MEMBAHAS wisata di Demak, pastinya Anda akan terkesan dengan sejarah penyiaran Islam yang dihadirkan di Masjid Agung Demak. Sebuah bangunan yang menjadi bukti penyiaran agama Islam di Tanah Jawa.
Sebab, Masjid Agung Demak ini dulunya dikenal sebagai tempat berkumpul para Wali Songo sekira abad 1401 atau abad ke-15. Saat itu, Islam baru pertama kali masuk ke Pulau Jawa, dan dilakukanlah penyiaran agama oleh para Wali.
Di masjid inilah masyarakat di Pulau Jawa banyak belajar mengenai agama Islam dan juga kitab suci Alquran. Selain itu, masjid yang dibangun oleh Raden Fatah juga memiliki arsitektur unik, tradisional, serta sederhana yang selalu menarik perhartian wisatawan dunia.
Keunikannya bisa dilihat dari Pintu Bledeg yang menjadi salah satu pintu masuk Masjid Agung Demak. Hebatnya, pintu tersebut dipercaya digunakan sebagai pelindung petir yang dibuat oleh Ki Agen Selo di tahun 1466. Pintu ini sendiri terbuat dari kayu jati dengan ukiran-ukiran cantik di mana ujung ukiran terdapat kepala naga.
Selain Pintu Bledeg ada lagi keunikan lainnya yang dihadirkan dari empat tiang untuk menyangga masjid. Penduduk meyakini jika tiang utama, dan atap dibuat oleh para wali yakni Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga.
Dilansir dari berbagai sumber, di sana juga ada sebuah kolam yang dijadikan tempat Wudhu. Di dalam danau ini ada bebatuan yang berbeda-beda, di mana membuatnya menjadi unik, dan dulu katanya menjadi tempat wudhu para Wali Songo.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.