INGIN meringankan gejala depresi? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengonsumsi probiotik secara teratur dapat membantu memperbaiki gejala depresi.
Studi tersebut mengungkapkan bahwa 2 kali lebih banyak orang dewasa dengan gangguan sindrom iritasi usus (IBS) melaporkan perbaikan dari gejala depresi. Hal ini setelah mereka mengonsumsi probiotik daripada orang dewasa dengan IBS yang menggunakan plasebo.
IBS mempengaruhi usus besar dan pasien menderita sakit perut, serta mengubah kebiasaan buang air besar seperti diare dan sembelit. Mereka juga sering terpengaruh oleh kecemasan atau depresi kronis.
"Studi ini menunjukkan, konsumsi probiotik dapat memperbaiki gejala usus dan masalah psikologis IBS. Ini membuka jalan baru tidak hanya untuk perawatan pasien dengan gangguan usus fungsional, tetapi juga pasien dengan penyakit kejiwaan primer," ujar Premysl Bercik, Associate Professor di McMaster University di Kanada yang dikutip Zeenews, Jumat (26/5/2017).
Temuan tersebut menunjukkan, lingkungkan mikrobiota di dalam usus berhubungan langsung dengan otak. Hal ini memberikan bukti bahwa bakteri mempengaruhi perilaku.
Untuk penelitian ini, tim melibatkan 44 orang dewasa dengan IBS dan kecemasan ringan atau sedang. Kesehatan mereka dipantau selama 10 minggu, karena setengahnya memakai dosis harian Bifidobacterium longum NCC3001, sementara yang lain mengonsumsi plasebo.
Pada 6 minggu, 14 dari 22 atau 64 persen pasien yang mengonsumsi probiotik mengalami penurunan skor depresi, dibandingkan dengan 7 dari 22 (atau 32 persen) pasien yang diberi plasebo. MRI menunjukkan, peningkatan skor depresi dikaitkan dengan perubahan pada banyak area otak yang terlibat dalam pengendalian mood.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.