2. Harga obat yang tidak terjangkau bahkan hingga puluhan juta perbulan dan obat itu harus digunakan seumur hidup! Dari 4 jenis yang tersedia di Indonesia, hanya beraprost yang sudah ditanggung BPJS.
3. Pengenalan dan pengetahuan hipertensi paru masih minim, baik dikalangan umum maupun profesional medis (masih ditemui kasus ribuan pasien belum terdiagnosa).
4. Support pasien dan keluarga masih belum membantu penyembuhan karena seringkali hipertensi paru dianggap sebagai hipertensi biasa, padahal efeknya bisa fatal jika tidak dilakukan perawatan yang cepat dan tepat.
5. Ketersediaan alat diagnosa Echocardiografi, obat-obatan, tenaga medis, ahli, pakar dan dokter spesialis, serta rumah sakit yang dapat menangani masih dalam jumlah yang minim.
Itulah lima kendala yang harus dihadapi oleh keluarga pasien dan pasien yang mengidap hipertensi paru. Dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak seperti pemerintah, keluarga, dan masyarakat agar berkurangnya angka kasus dari hipertensi paru dapat terwujud.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.