Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Hipertensi Paru dan Bedanya dengan Hipertensi

Annisa Aprilia , Jurnalis-Kamis, 04 Mei 2017 |16:59 WIB
Mengenal Hipertensi Paru dan Bedanya dengan Hipertensi
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)
A
A
A

HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Namun, bagaimana dengan Hipertensi pulmonal atau hipertensi paru?

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang terjadi di pembuluh darah. Sedangkan, hipertensi paru (pulmonary hypertension) menurut Prof.Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K), FAsCC, FAPSC, FACC adalah tekanan darah tinggi yang terjadi di pembuluh darah paru.

"Hipertensi paru merupakan suatu keadaan di mana terjadi peninggian tekanan di pembuluh darah paru, baik di arteri maupun vena paru," ujarnya saat acara peringatan Hari Hipertensi Paru Sedunia di Trattoria lot 8, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Tekanan darah tinggi paru terjadi karena saluran (arteri pulmonal) yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit atau menebal. Kondisi ini membuat jantung kanan harus bekerja lebih keras untuk memompa darah tersebut menuju paru-paru.

Berbeda dengan hipertensi pembuluh darah yang biasa kita kenal, terjadi karena adanya peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri, yakni tekanan diastolik di atas 95 mmHg. Sedangkan tekanan darah yang normal umumnya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebih 90 mmHg.

Untuk penyakit ini, lebih sering ditemukan pada usia muda dan usia pertengahan, dengan rasio perbandingan perempuan lebih berisiko terjangkit daripada laki-laki. Hal ini terjadi karena perempuan memiliki perubahan hormonal, mudah terkena pengentalan darah, dan efek dari konsumsi obat pelangsing.

Jika kamu ingin merasakan bagaimana rasanya bernapas seperti pasien dengan hipertensi pulmonal, maka kamu bisa mencoba cara di berikut ini:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement