MUDAH tersulut emosi membuat seseorang akan cepat marah. Tabiat marah-marah tidak baik bagi perkembangan anak. Kemarahan oragtua bahkan masuk dalam kategori pelecehan terhadap anak.
Orangtua yang sering marah-marah berdampak buruk bagi anak. Tak peduli ketika anak masih kecil atau sudah besar, perempuan atau laki-laki. Seperti dilansir Livestrong, Senin (8/5/2017), berikut dampak yang terjadi bila orangtua sering marah-marah.
Ketakutan
Anak kecil dan setengah baya yang sering terpapar rasa marah dari seorang ayah mungkin menjadi semakin ketakutan di lingkungan rumah, takut melakukan atau mengatakan sesuatu yang salah dan mengundang ketidaksetujuan atau kemarahan ayahnya.
Kegelisahan
Rasa takut terus-menerus atas reaksi seorang ayah atau takut kemarahannya dapat menyebabkan seorang anak menjadi terlalu cemas dan khawatir. Kegelisahan dapat mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda, dari nilai yang buruk di sekolah hingga ketidakmampuan bergaul, atau susah berhenti ngompol. Anak yang sudah agak besar mungkin menjadi bingung dan depresi, bahkan menyebabkan tindakan bunuh diri.
Tingkat percaya diri rendah
Anak yang selalu terpapar rasa marah mungkin merasa dirinya tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar, secara serius mempengaruhi kepercayaan diri dan harga diri. Anak mungkin merasa semua yang dia lakukan tidak akan disetujui ayah, selalu salah, atau tidak mungkin berhasil.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.